Prestasi Gemilah SBM ITB di Dunia Internasional
Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) kembali mencatatkan prestasi yang luar biasa di kancah internasional. Baru-baru ini, Dekan SBM ITB, Prof. Aurik Gustomo, terpilih sebagai anggota dari AACSB Asia Pacific Advisory Council (APAC). Penunjukan ini menempatkan SBM ITB sebagai institusi unggulan dari Indonesia yang diberikan kepercayaan untuk duduk dalam dewan penasihat strategis AACSB, bersama para pemimpin sekolah bisnis ternama di kawasan Asia Pasifik.
Peran Strategis di APAC: Mengangkat Suara Pendidikan Bisnis Regional
AACSB adalah lembaga akreditasi sekolah bisnis paling bergengsi di dunia. Dalam rangka mengembangkan pendidikan bisnis, AACSB membentuk APAC untuk memberikan rekomendasi penting kepada Dewan Direksi AACSB. Rekomendasi ini mencakup arah pengembangan pendidikan bisnis, prioritas regional, serta penguatan misi AACSB di kawasan Asia Pasifik.
Prof. Aurik Gustomo menyampaikan bahwa keterlibatan ini menjadi kesempatan besar bagi SBM ITB untuk berkontribusi dalam diskusi global tentang isu-isu pendidikan bisnis. “Dengan adanya keterlibatan ini, SBM dipercaya untuk memberikan perspektif strategis kepada AACSB mengenai isu-isu pendidikan bisnis di kawasan, termasuk bagaimana sekolah bisnis dapat semakin relevan dan berdampak,” ujarnya.
Kepercayaan ini juga menjadi pengakuan atas pencapaian SBM ITB sebelumnya, yaitu meraih akreditasi AACSB pada tahun 2021. Akreditasi ini telah menempatkan mutu pembelajaran SBM ITB setara dengan sekolah bisnis bereputasi global. Keterlibatan di APAC semakin memperkuat kredibilitas internasional SBM ITB.
Kolaborasi dengan Sekolah Bisnis Terkemuka Dunia
Dalam dewan penasihat ini, Prof. Aurik Gustomo akan bekerja sama dengan pimpinan sekolah bisnis terkemuka dari 10 institusi anggota AACSB lainnya, seperti:
- International Management Institute Delhi
- Inha University
- Chiang Mai University Business School
- University of Otago
- Tongji University
- National Taiwan University
- Universiti Malaya, dan lainnya.
Sebagai anggota APAC, SBM ITB akan aktif dalam memberikan masukan strategis mengenai tantangan dan kebutuhan pendidikan bisnis di Asia Pasifik.
Fokus pada Inovasi dan Dampak Riset
Beberapa isu utama yang menjadi perhatian AACSB saat ini adalah:
- Transformasi pendidikan berbasis interdisiplin.
- Peningkatan kualitas dan dampak riset.
- Tuntutan global terhadap integrasi antara pengajaran, penelitian, dan kontribusi masyarakat.
SBM ITB telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan program interdisiplin melalui kolaborasi dengan fakultas lain. Hal ini diharapkan dapat membantu menyusun arah kebijakan regional yang lebih responsif terhadap dinamika kawasan.
Selain itu, APAC juga menjadi platform strategis bagi SBM ITB untuk memperkuat peran Asia Tenggara dalam peta pendidikan bisnis global, sekaligus menyuarakan kebutuhan negara berkembang terkait capacity building dan pengembangan kurikulum yang kontekstual.
Capaian Riset Berkualitas Tinggi Memperkuat Kepercayaan AACSB
Keterpilihan SBM ITB di APAC mencerminkan pengakuan global terhadap konsistensi institusi ini dalam menghasilkan riset berkualitas. Hingga November 2025, SBM ITB telah mencatatkan 53 publikasi Scopus Q1 dan 32 publikasi Scopus Q2 dari total 86 dosen. Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara sekolah bisnis di Indonesia.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kapabilitas riset dosen-dosen SBM sudah setara dengan sekolah bisnis terkemuka lainnya, dan hal inilah yang memperkuat kepercayaan AACSB kepada SBM ITB,” tegas Prof. Aurik Gustomo.
Dengan hadirnya SBM ITB di Asia Pacific Advisory Council, Indonesia kini memiliki representasi langsung dalam salah satu forum strategis terpenting AACSB. Posisi ini memperluas kesempatan SBM ITB untuk memimpin kolaborasi lintas negara dan memastikan perspektif Asia Tenggara terwakili dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional.
Penunjukan ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat peran SBM ITB sebagai institusi pendidikan bisnis berkelas dunia.
Tinggalkan Balasan