Probolinggo , Forumnusantaranewscom – Baru pertama kali DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Menyelenggarakan Pelatihan Catur Tunanetra Dalam rangka pengembangan bakat dan kompetensi olahraga bagi penyandang disabilitas, bertempat di SLB Dharma Asih Kraksaan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi pada Sabtu (13/12/2025).
Pelatihan ini dipandu oleh Pelatih Catur Percasi Kabupaten Probolinggo Khairul Anam dan dijadwalkan berlangsung selama lima kali pertemuan pada tanggal 13, 14, 20, 21 dan 22 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari anggota DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo serta siswa SLB Dharma Asih Kraksaan.
Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Moh. Ansori mengatakan pelatihan catur tunanetra ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan potensi olahraga disabilitas di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini merupakan pelatihan catur bagi teman-teman tunanetra yang diselenggarakan oleh Pertuni Kabupaten Probolinggo dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pesertanya berasal dari anggota Pertuni dan siswa SLB sebanyak 10 orang,” ujarnya.
Ansori menjelaskan, pelatihan ini bertujuan menumbuhkan minat sekaligus mencetak bibit atlet catur tunanetra di Kabupaten Probolinggo. Selama ini, keterbatasan jumlah atlet menjadi kendala dalam mengikuti kejuaraan.
“Harapan kami, dari kegiatan ini bisa muncul atlet-atlet catur tunanetra. Pada tahun 2021 kami bahkan sempat kesulitan mencari atlet sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Selama pelatihan, para peserta dibekali dasar-dasar permainan catur, strategi hingga penguasaan notasi yang menjadi bagian penting dalam catur tunanetra. “Targetnya, setelah lima kali pertemuan ini peserta sudah memahami dasar permainan, strategi dan hafal notasi. Selanjutnya mereka bisa mengembangkan kemampuan baik secara individu maupun melalui organisasi dan lembaga pendidikan,” tambahnya.
Sementara Pelatih Catur Percasi Kabupaten Probolinggo Khairul Anam mengapresiasi terselenggaranya pelatihan catur bagi penyandang tunanetra ini. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam pembinaan olahraga catur difabel.
“Kegiatan lima hari ini menjadi awal yang baik untuk pengenalan dan pembentukan dasar. Untuk mencapai prestasi tentu dibutuhkan proses panjang dan latihan berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurut Khairul, olahraga catur tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kebahagiaan dan kesehatan mental para pemain. “Catur itu bukan hanya soal prestasi, tetapi juga melatih konsentrasi dan memberi kebahagiaan. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan ke depan bisa melahirkan atlet-atlet catur tunanetra yang berprestasi,” pungkasnya. (Sin)
Tinggalkan Balasan