Penjelasan Mengenai Data Langkah Kaki dari Ponsel Korban
Data langkah kaki yang terdapat pada ponsel Farhan Gunawan akhirnya terungkap setelah Tim SAR Gabungan menemukan perangkat tersebut. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, data tersebut merupakan rekam jejak aktivitas lama dari korban, yang saat itu masih berada di Yogyakarta.
Menurut penjelasan Syafii kepada awak media, pihaknya telah bekerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan dalam mengungkap informasi ini. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa data langkah kaki yang muncul berasal dari beberapa bulan sebelum kejadian. Hal ini memberikan penjelasan bahwa data tersebut bukanlah aktivitas terbaru dari korban.
Syafii juga menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan telah menjelaskan hal ini kepada keluarga korban. Mereka memahami bahwa data tersebut tidak menunjukkan aktivitas baru, tetapi hanya rekaman dari masa lalu. Ia menekankan bahwa proses komunikasi ini dilakukan agar keluarga dapat merasa lebih tenang dan memahami situasi secara utuh.
Selain itu, Syafii memohon doa kepada seluruh masyarakat agar operasi pencarian korban kecelakaan pesawat di Maros, Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan lancar. Saat ini, ribuan personel telah dikerahkan untuk membantu operasi tersebut. Selain itu, tiga helikopter juga telah disiapkan untuk mendukung pencarian.
Sebelumnya, ada harapan besar ketika ponsel milik salah satu korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Data langkah kaki yang terus bertambah pada ponsel tersebut memicu rasa optimis dari keluarga dan kerabat korban. Data tersebut berasal dari smartwatch yang terhubung dengan ponsel, sehingga pergerakan korban bisa terdeteksi.
Berdasarkan informasi yang beredar, data pada pukul 18.53 menunjukkan jumlah langkah kaki sebanyak 9.013. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 13.647 pada pukul 22.46. Meskipun belum ada kabar resmi dari Tim SAR Gabungan, data ini memberi sedikit harapan bagi keluarga korban.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang perempuan yang mengaku sebagai saudara dekat Farhan menyampaikan permintaan kepada media. Ia menjelaskan bahwa adiknya, yang merupakan kekasih Farhan, sedang dalam kondisi syok dan tidak mampu menghadapi wawancara. Ia hanya ingin membagikan informasi tentang pencarian korban.
Perempuan itu juga menjelaskan bahwa pesawat yang diawaki oleh Farhan hilang kontak pada hari Sabtu (17/1). Sehari kemudian, Tim SAR Gabungan mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Ponsel Farhan berhasil ditemukan pada tanggal 18 Januari, dan sekarang sudah berada di tangan keluarganya.
Ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang digunakan oleh Farhan. Dari perangkat tersebut, pergerakan langkah kaki terdeteksi mulai pukul 18.00 hingga melewati pukul 22.00. Keluarga dan kerabat korban berharap agar Tim SAR Gabungan dapat segera menemukan korban kecelakaan tersebut.
Di hari ketiganya di hutan, keluarga memohon bantuan kepada pihak berwenang, termasuk Presiden Joko Widodo atau menteri-menteri lainnya. Mereka berharap agar Tim SAR dapat diperkuat dengan lebih banyak sumber daya, seperti helikopter, untuk mempercepat proses pencarian. Mereka sangat berharap agar Farhan dapat segera ditemukan dan diberi pertolongan.
Tinggalkan Balasan