Bayi berusia 2 tahun meninggal di tangan pengasuh, tubuhnya dipenuhi luka lebam, berikut kronologi kejadiannya.


forumnusantaranews.com

Seorang bayi berusia 2 tahun meninggal di tangan pengasuhnya.

Korban meninggal dengan memar di seluruh tubuh.

Awalnya pelaku menyatakan bahwa korban mengalami kecelakaan.

Namun kondisi lebam di tubuh bayi malang bernama ZR itu malah mengungkap fakta lain.

ZR adalah anak dari Indah Sirait yang tewas penuh lebam dianiaya pengasuhnya di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau

Pelaku penipu itu menabrak korban balita berusia 2 tahun dengan sepeda motor.

Kapolres Kuansing AKBP Angga F Herlambang menjelaskan kasus bermula pada Jumat (23/5/2025) siang.

Hari itu Yogi Pratiwi alias Wiji meminta pekerjaan ke Indah Sukma Dewi Sirait.

“Saudari Yogi alias Wiji ini meminta pekerjaan dan menawarkan diri menjadi pengasuh anak-anak Indah,” ungkap AKBP Angga.

Sore harinya, Indah pun mengantarkan kedua anak perempuannya yang masih kecil-kecil, ZR (2) dan KZ yang berusia 2 bulan ke rumah kontrakan Wiji di Desa Beringin Taluk kecamatan Kuantan Tengah.

“Dari pertemuan tersebut Indah bersedia memberikan kedua putri kecilnya untuk diasuh oleh Wiji dengan gaji Rp 1,2 juta per bulan,” ujar AKBP Angga.

Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, Indah meninggalkan kedua putrinya itu di bawah pengasuhan Wiji.

Wiji juga membagi tugas dengan suaminya yang pengangguran tersebut.

Wiji bertugas mengasuh KZ dan Alvino Yoki Saputra suami Wiji yang mengasuh ZR.

Pada Minggu (25/6/2025) siang atau dua hari di bawah pengasuhan Alvino, ZR telah mengalami kekerasan.

Alvino mengikat kaki dan tangan ZR dan menutup mulut ZR dengan lakban.


Kronologi Penyiksaan

Pada 26 dan 27 Mei 2025, Indah menjenguk kedua putrinya itu ke rumah kontrakan Wiji untuk membawa kebutuhan kedua anaknya berupa susu, dan pampers.

Hari itu, Indah melihat kedua putrinya dalam keadaan baik-baik saja.

“Hari itu tidak ada hal-hal yang mencurigakan, Indah pun kembali pulang untuk bekerja,” ujar AKBP Angga.

Pada Selasa (10/6/2025) sekitar pukul 06.30 WIB, ZR terbangun dan menangis.

Alvino pun masuk ke kamar dan langsung memandikan ZR di kamar mandi.

ZR yang saat itu sedang rewel membuat Alvino emosi.

Alvino mendorong anak berusia dua tahun itu dengan sekuat tenaga hingga kepalanya membentur sudut kloset.

“Benturan itu membuat kepala bagian belakang ZR benjol dan ZR menangis histeris kesakitan. Alvino sempat mengusap-usap kepala ZR dan merasakan benjolan tersebut,” kata AKBP Angga.

Bukannya merasa iba dan mengobati lebam kepala ZR, Alvino malah semakin emosi melihat ZR yang terus menangis.

Alvino mengejek leher ZR dengan kedua tangannya sambil mengangkat tubuh kecil ZR dalam posisi tercekik.

“Meanwhile, Alvino juga membentak keras ZR dengan kata ‘Diam’ berulang kali,” ujar AKBP Angga.

ZR yang merasa kesakitan pun semakin menangis histeris.

Emosi Alvino yang sudah memuncak ke ubun-ubun itu pun memasukkan jari telunjuk tangannya ke organ vital ZR.

ZR yang semakin kesakitan mengalami penyiksaan Alvino pun semakin histeris.

Beberapa menit setelah itu, Alvino pun membawa ZR ke rumah orangtuanya di Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.

Ketika tiba di rumah orang tua tersangka, lagi-lagi ZR mengalami kekejaman Alvino.

Saat melewati pintu rumah, Alvino langsung mendorong kuat ZR sehingga tersungkur.

Tidak berhenti di situ, Alvino langsung mencengkram perut ZR sekuat tenaga.

“Pada saat itu, hanya mereka berdua saja yang ada di rumah tersebut,” ungkap AKBP Angga.

Tersangka kemudian keluar rumah untuk mengambil buah kelapa dan meninggalkan ZR sendiri di rumah tersebut.

Beberapa menit kemudian tersangka masuk ke rumah namun tidak melihat keberadaan ZR.

Alvino mencari di sekitar rumah dan kemudian melihat ZR tidak sadarkan diri dengan posisi tertelungkup di depan pintu samping rumah.

“Sepertinya, ZR berusaha kabar dari kekejaman Alvino, namun ia tidak kuat lagi dan tersungkur di depan pintu,” ujar AKBP Angga.

Pada hari yang sama pada pukul 11.00 WIB, Alvino meminta pertolongan kepada adik laki-lakinya yang berinisial F untuk membawa ZR ke Puskesmas Teluk Kuantan.

Saat tiba di Puskesmas, tersangka menjelaskan kepada pihak medis bahwa dia mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Pihak medis pun melakukan tindakan sesuai SOP. Namun, karena kondisi ZR sangat parah, Puskesmas pun melarikan ZR ke IGD RSUD Teluk Kuantan,” ungkap AKBP Angga.

Pada pukul 13.00 WIB, istri Alvino bersama KZ menemui Indah.

Wiji memberitahu Indah bahwa ZR masuk RSUD karena ditabrak pengendara bermotor di Desa Koto Taluk.

Indah dan Wiji pun bergegas ke RSUD Teluk Kuantan.

Setibanya di sana, Indah hanya sebentar melihat kondisi anaknya di IGD. Petugas medis langsung membawa ZR ke ICU.

“Dari keterangan Dokter RSUD Teluk Kuantan ke Indah, anaknya itu mengalami banyak lebam pada bagian badan tangan leher dan kepala,” ungkap AKBP Angga.

Keesokan harinya, Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, ZR menghembuskan nafas terakhirnya.

Tubuh gadis kecil itu tak sanggup lagi menerima semua siksaan Alvino.

Karena merasa curiga dengan luka yang dialami oleh anaknya dan bukan seperti korban kecelakaan akhirnya ibu korban mendatangi pihak yang berwajib yaitu Polres Kuansing untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Setelah ibu korban melaporkan kejadian tersebut pihak kepolisian mendatangi kamar mayat dan melihat kondisi mayat anak korban. Di sana ia histeris melihat luka lebam di sekujur tubuh anaknya,” ujar AKBP Angga.

Hari itu juga pada pukul 20.00 WIB, jenazah anak korban dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan Otopsi.

Satu jam kemudian, Alvino dan Wiji pun diamankan oleh Sat Reskrim Polres Kuansing.

“Keduanya diamankan pada hari dimana korban meninggal dunia. Karena diduga kuat adanya kekerasan yang dialami Zar,” ujar AKBP Angga.

AKBP Angga menjelaskan, ternyata Wiji mengetahui penyiksaan yang dilakukan suaminya itu kepada ZR.

Wiji bahkan merekam aksi suaminya saat melakban kaki, tangan, dan mulut ZR di kontrakan mereka pada Minggu, 25 Mei lalu.

Namun Wiji seolah membiarkan tingkah laku jahat sang suami.

Jenazah ZR dikembalikan oleh pihak RS Bhayangkara Polda Riau setelah dilakukan otopsi pada Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 08.00 WIB untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Korban dimakamkan di Tempat pemakan Umum samping SMAN 1 Teluk Kuantan,” ujar AKBP Angga.

Artikel ini telah tayang di
TribunPekanbaru.com


(*/
Tribun-medan.com
)

Artikel ini telah tayang di
Tribun-Medan.com

Baca Berita Lainnya di:
Berita Google

Ikuti Saluran
WhatsApp Tribun Manado
dan
Berita Google Tribun Manado
untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *