Biaya Kepemilikan BYD Atto 1 Lebih Murah 25% Dibanding City Car

Daya Tarik Mobil Listrik BYD Atto 1 yang Menarik Minat Masyarakat

Mobil listrik kini sedang menjadi perhatian banyak orang, terutama mobil BYD Atto 1 yang sukses menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Salah satu alasan utamanya adalah harga jual yang relatif terjangkau. Selain itu, biaya kepemilikan mobil ini juga lebih rendah dibandingkan mobil konvensional di kisaran harga yang sama.

Boby Baratha, Head of Product BYD Motor Indonesia, memberikan penjelasan mengenai biaya operasional mobil tersebut dalam sebuah presentasi di Semarang beberapa waktu lalu. Ia menyatakan bahwa biaya operasional BYD Atto 1 lebih hemat dibandingkan mobil bensin dengan kelas dan harga serupa. Contohnya, jika dibandingkan dengan mobil city car hatchback seharga Rp225,6 juta, Atto 1 Premium yang harganya mencapai Rp235 juta ternyata memiliki biaya operasional yang lebih murah hingga 7 persen selama lima tahun penggunaan.

Perbandingan Biaya Operasional Harian

Biaya energi menjadi salah satu faktor penting dalam perhitungan biaya operasional. Mobil berbahan bakar bensin menggunakan Pertalite yang harganya Rp10.000 per liter. Sementara itu, BYD Atto 1 hanya membutuhkan biaya sebesar Rp2.630 per kWh di SPKLU. Jika konsumsi BBM mobil bensin mencapai 20 km per liter, maka untuk perjalanan harian sejauh 40 kilometer, diperlukan uang sebesar Rp20.000. Sementara itu, BYD Atto 1 hanya butuh Rp14.411 untuk jarak yang sama.

Jika dihitung secara bulanan, biaya operasional mobil bensin mencapai Rp600.000, sedangkan BYD Atto 1 hanya sekitar Rp432.329. Dalam setahun, biaya operasional mobil bensin bisa mencapai Rp7.200.000, sementara BYD Atto 1 hanya sekitar Rp5.187.945. Selain itu, pajak bulanan untuk BYD Atto 1 hanya Rp100.000, sedangkan mobil bensin mencapai Rp3 jutaan.

Biaya Servis dan Total Kepemilikan

Selain biaya bahan bakar dan pajak, biaya servis juga menjadi pertimbangan. Untuk mobil bensin, biaya servis setiap 20.000 km atau setahun mencapai Rp2 jutaan. Sementara itu, BYD Atto 1 hanya memerlukan biaya sekitar Rp1 jutaan. Jika dijumlahkan, biaya kepemilikan satu tahun untuk BYD Atto 1 mencapai Rp6.337.945, sedangkan mobil bensin mencapai Rp12.200.000. Dalam lima tahun, biaya kepemilikan BYD Atto 1 mencapai Rp31.689.726, sementara mobil bensin mencapai Rp61.000.000.

Potensi sebagai Armada Taksi Online

BYD Atto 1 tidak hanya menarik minat konsumen pribadi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai armada taksi online. Luther Panjaitan, Head of Public Relations & Government PT BYD Motor Indonesia, mengatakan bahwa ada ketertarikan dari perusahaan transportasi daring untuk menggunakan BYD Atto 1 sebagai kendaraan penumpang.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, mekanisme pasar masih menjadi acuan utama. Namun, ada beberapa pihak yang tertarik untuk memanfaatkan mobil ini untuk keperluan niaga seperti layanan ride-hailing, Gocar, atau Grab. Meski begitu, Luther belum dapat memastikan kapan BYD Atto 1 akan resmi menjadi bagian dari Grab atau Gojek. Semua diserahkan kepada konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk fungsi komersial.

Saat ini, kedua perusahaan tersebut sedang melakukan fase eksplorasi terhadap BYD Atto 1 untuk memahami lebih dalam tentang kendaraan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *