Proses Pengangkatan Direksi BUMD di Semarang Berjalan Transparan dan Profesional
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan direksi badan usaha milik daerah (BUMD) berlangsung dengan cara yang sangat tertib dan transparan. Ia menekankan bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan dalam penunjukan pejabat tersebut.
“Proses pengisian jabatan ini dilaksanakan dengan sangat tertib, transparan, sesuai dengan ketentuan undang-undang. Saking hati-hatinya jadi lama,” ujar Agustina saat pelantikan Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso untuk periode 2025–2029.
Jabatan Direktur Semarang Zoo Bersifat Strategis
Jabatan direktur Semarang Zoo memiliki peran penting sebagai ruang rekreasi, edukasi, dan kawasan konservasi satwa. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara profesional dan hati-hati. Dalam proses ini, panitia eksternal dan lembaga independen dengan integritas tinggi turut serta.
“Di Kota Semarang ini penting untuk disampaikan tidak boleh (transaksi jabatan, red.), tidak ada, dan bahkan dipikirkan pun tidak,” tegasnya.
Fokus pada Kepentingan Masyarakat dan Peningkatan Layanan
Agustina menambahkan bahwa pengisian jabatan di seluruh BUMD fokus pada kerja sama untuk kepentingan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan sumber daya manusia. Pendekatan kehati-hatian diterapkan untuk menjaga integritas dalam setiap keputusan strategis.
“Kami akan mencoba ‘secret action and silence’ untuk semua hal yang bersifat strategis dan memiliki potensi untuk dimainkan oleh orang-orang yang tidak pernah berjalan,” ujar Agustina.
Pengembangan Semarang Zoo sebagai Ruang Edukasi dan Konservasi
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang menekankan pengembangan Semarang Zoo sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang profesional. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan, kesejahteraan satwa, inovasi wahana ramah anak, serta penataan kawasan yang lebih alami namun tetap edukatif.
Direktur baru, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo.
“Taman satwa ini harus naik kelas, karena sekarang ini kan hasil audit dari kementerian kehutanan nilai kita kan C, nah nanti akan bertahap menjadi B kemudian menjadi A,” kata Bimo.
Fokus Utama Ke Depan
Bimo menambahkan bahwa fokus utama ke depan adalah peningkatan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, persiapan libur Lebaran, serta program kesejahteraan satwa di Semarang Zoo.
Beberapa langkah strategis telah dirancang untuk memastikan bahwa Semarang Zoo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan yang transparan dan profesional, pemerintah kota berkomitmen untuk menjaga kualitas dan integritas dalam pengelolaan BUMD.
Tinggalkan Balasan