Bitcoin dengan Kapitalisasi Rp 37,248 Triliun Menghadapi Titik Kritis, Ini Sinyal Teknisnya

Pergerakan Harga Bitcoin yang Volatil dan Tanda-Tanda Pasar Kripto

Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan yang sangat volatil, mencerminkan ketidakpastian mengenai arah pasar kripto saat ini. Pada Senin (22/9), harga BTC berada di kisaran USD 112.686 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Kapitalisasi pasar kripto saat ini mencapai USD 2,24 triliun, setara dengan Rp 37.248 triliun. Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai USD 51,67 miliar atau sekitar Rp 859,7 triliun.

Dari segi teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa Bitcoin sedang memasuki fase korektif setelah sempat mencapai puncak harga tertinggi sebesar USD 117.968 atau sekitar Rp 1,96 miliar. Namun, tekanan jual menyebabkan harga kembali turun ke area support penting antara USD 112.000 hingga USD 113.000 (Rp 1,86–1,87 miliar). Bentuk pola bearish engulfing bersama lonjakan volume menjadi indikasi awal dari perubahan arah pasar.

Pada grafik 4 jam, terlihat penurunan tajam dari USD 117.968 ke USD 111.986 (Rp 1,96 miliar ke Rp 1,86 miliar) yang diiringi dengan volume tinggi. Hal ini mengindikasikan potensi kapitulasi di kalangan investor. Meskipun demikian, empat candle terakhir menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Jika harga mampu bertahan di atas USD 113.500 (Rp 1,88 miliar), kemungkinan besar akan terjadi rebound ke area USD 116.000 (Rp 1,93 miliar), meskipun tetap diperlukan konfirmasi kuat.

Di sisi lain, pada grafik 1 jam, Bitcoin masih berada dalam tren turun skala mikro. Harga bergerak dalam rentang USD 112.500–USD 113.000. Lonjakan volume saat menyentuh USD 111.986 bisa menjadi sinyal kapitulasi. Jika harga berhasil menembus USD 113.300 dengan volume besar, peluang kenaikan ke area USD 114.500–USD 115.000 (Rp 1,90–1,91 miliar) bisa dimanfaatkan, asalkan dilengkapi dengan stop loss ketat di level USD 112.000 (Rp 1,86 miliar).

Dari sisi indikator teknikal, pasar masih menunjukkan keraguan. RSI berada di angka 44, Stochastic di 54, dan CCI di -21. Angka-angka tersebut menunjukkan netralitas tanpa bias kuat ke arah atas maupun bawah. Indikator momentum justru mencatatkan -3.443, sedangkan MACD berada di level 551 yang masih memberi sinyal bearish.

Pergerakan moving average juga menunjukkan tekanan turun dalam jangka pendek. Baik EMA maupun SMA periode 10, 20, dan 30 berada di atas harga saat ini, mengindikasikan kecenderungan bearish. Namun, EMA 100 di USD 111.882 dan EMA 200 di USD 105.991 menandakan bahwa struktur jangka panjang masih positif.

Jika support di USD 112.000–USD 113.000 bertahan dan harga mampu menembus USD 113.500, maka tren bullish jangka pendek bisa kembali terbentuk dengan target ke area USD 117.500 (Rp 1,95 miliar). Namun, jika tekanan jual berlanjut dan Bitcoin gagal mempertahankan level USD 111.500, risiko koreksi lebih dalam akan meningkat.

Dengan sinyal teknikal yang belum sepenuhnya jelas dan tekanan dari pasar global yang masih tinggi, investor disarankan untuk tetap waspada dan menunggu konfirmasi harga sebelum melakukan akumulasi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *