BMKG umumkan penyebab hujan es di Tana Toraja hari ini

Fenomena Hujan Es yang Menghebohkan Wilayah Tana Toraja

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Toraja memberikan penjelasan mengenai fenomena hujan es yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 28 Januari 2026, dan menimbulkan kegundahan di kalangan masyarakat setempat.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG Toraja, R Rayhand Cakraningrat, saat diwawancarai oleh para jurnalis. Ia menjelaskan bahwa hujan es adalah salah satu bentuk cuaca ekstrem yang bisa terjadi dalam skala lokal. Fenomena ini ditandai dengan turunnya butiran es dari awan ke permukaan bumi.

Rayhand menyebutkan bahwa hujan es biasanya berlangsung dalam waktu singkat, sekitar beberapa menit. Namun, selama periode tersebut, sering kali disertai dengan hujan deras, kilat atau petir, serta angin kencang. Ia menambahkan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil menjadi penyebab utama terjadinya fenomena ini. Hal ini memicu pertumbuhan awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb), yang memiliki dimensi menjulang tinggi.

Awan Cumulonimbus merupakan indikator adanya ketidakstabilan udara yang signifikan. Dalam awan ini, air dapat membeku akibat suhu di puncak awan yang sangat dingin, bahkan bisa mencapai di bawah minus 60 derajat Celsius. Proses konveksi atau perpindahan panas dan uap air yang kuat membuat butiran es semakin besar. Ketika arus udara tidak mampu menahan berat butiran es tersebut, maka es akan jatuh ke permukaan bumi.

Jika suhu permukaan cukup dingin, butiran es tidak mencair dan jatuh sebagai hujan es. BMKG Toraja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim. Fenomena seperti hujan es bisa terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat.

Pengalaman Warga Saat Hujan Es Terjadi

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Tana Toraja dikejutkan oleh fenomena alam hujan es yang melanda beberapa wilayah pada pukul 13.35 WITA, Rabu (28/1/2025). Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan disertai hujan deras serta angin kencang.

Salah satu warga, Tasya, menyaksikan langsung kejadian ini. Saat itu, ia sedang hendak mengambil sepatunya di luar kamar kosnya di Makale setelah mendengar suara hujan yang tidak biasa. “Bunyinya seperti kerikil yang dilempar ke pintu. Saat dibuka, saya dan teman kos kaget karena banyak butiran es berserakan di lantai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa butiran es tersebut berbentuk seperti kristal kecil menyerupai kelereng dan terlihat jelas menumpuk di beberapa titik. Tidak hanya Tasya, banyak warga lainnya juga mengabadikan fenomena hujan es ini dan membagikannya melalui story WhatsApp dan Facebook, sehingga kejadian tersebut cepat menyebar di media sosial.

Dari pantauan Tribun Toraja, hujan deras yang disertai angin kencang membuat butiran es berserakan di berbagai lokasi, meski fenomena ini hanya berlangsung beberapa saat. Angin kencang juga menyebabkan satu pohon tumbang di kawasan Pasar Seni Makale, yang dilaporkan hampir menimpa Cafe Shop Kalebu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, dampak cuaca ekstrem juga menyebabkan lampu padam dan jaringan komunikasi tidak berfungsi hampir selama dua jam di sejumlah wilayah terdampak. Sampai berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat perubahan kondisi cuaca dapat terjadi secara cepat dan tidak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *