Bupati Pidie Jaya Buka MPLS Sekolah Rakyat 2025, Fokus pada Anak Miskin

Pemkab Pidie Jaya Resmikan Sekolah Rakyat Tahun 2025

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Kecamatan Trienggadeng pada Selasa, 30 September 2025. Prosesi peusijuek dan doa bersama menjadi simbol dimulainya kegiatan ini.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati H. Hasan Basri, Sekretaris Daerah Munawar Ibrahim, unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim 0102/Pidie-Pidie Jaya, Kajari, Ketua PN Meureudu, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ketua MPU, kepala SKPK, jajaran Muspika, serta guru, tenaga kependidikan, dan siswa Sekolah Rakyat.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem, serta Keputusan Kementerian Sosial Nomor 49/HUK/2025 mengenai Tim Formatur Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Prioritas untuk Anak dari Keluarga Termiskin

Seleksi penerimaan siswa dilakukan dengan prioritas bagi keluarga kategori Desil 1 (10 persen termiskin) dan Desil 2 (11–20 persen termiskin) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses seleksi meliputi verifikasi ekonomi, kunjungan rumah, wawancara orang tua, serta tes kesehatan.

Tahun ini, terdapat 75 siswa yang terpilih, terbagi dalam tiga jenjang pendidikan: SD sebanyak 25 siswa (14 laki-laki, 11 perempuan), SMP 25 siswa (12 laki-laki, 13 perempuan), dan SMA 25 siswa (9 laki-laki, 16 perempuan).

Sebagai kepala sekolah, terpilih Ibu Dewi Juliana. Adapun tenaga pengajar berjumlah 17 orang, ditambah 33 tenaga pendidik dan penunjang yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Jawa Tengah.

Sekolah Gratis Berbasis Asrama

Bupati Sibral Malasyi menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terhadap program ini. Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan gratis berbasis boarding school dengan fasilitas asrama, laboratorium, dan teknologi pembelajaran modern.

“Anak-anakku sekalian, jangan pernah minder karena latar belakang keluarga. Kalian adalah generasi pilihan yang diberi kesempatan emas untuk meraih cita-cita. Gunakanlah kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, karena kelak kalianlah yang akan memimpin daerah dan bangsa ini,” pesan Bupati.

Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo merupakan ikhtiar pemerintah untuk memberikan akses pendidikan layak, membentuk karakter nasionalisme, dan membekali anak-anak kurang mampu dengan keterampilan akademik maupun non-akademik.

Penutupan Kegiatan MPLS

Kegiatan MPLS ditutup dengan doa bersama. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat Pidie Jaya menjadi percontohan dalam meningkatkan partisipasi pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *