Peringatan Mengenai Potensi Megathrust di Wilayah Sulawesi Utara
Setelah adanya pemberitahuan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi aktivitas Megathrust di wilayah Sulawesi Utara, sejumlah pejabat setempat memberikan pernyataan yang menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Bupati Tolitoli H. Amran Yahya meminta seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Ia juga menekankan agar masyarakat mengikuti petunjuk pemerintah dalam situasi darurat.
“Informasi dari BMKG harus disikapi dengan bijak. Tetap tenang, jangan terpancing isu. Ikuti petunjuk pemerintah apabila terjadi bencana,” ujar Bupati Amran Yahya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Abdullah Haruna, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap informasi kebencanaan sangat penting. Menurutnya, informasi ini bukanlah ramalan, melainkan hasil perhitungan ilmiah para ahli. Hal ini menjadi dasar bagi pihak terkait untuk melakukan mitigasi guna meminimalkan dampak bencana.
“Kita berharap tidak ada bencana. Namun potensi Megathrust ini adalah hasil perhitungan ilmiah para ahli, bukan ramalan. Ini informasi bagi kita sebagai pemangku kebencanaan untuk mempersiapkan mitigasi agar dampaknya dapat diminimalisir,” jelas Abdullah.
Ia menjelaskan bahwa Megathrust merupakan patahan besar di batas pertemuan dua lempeng tektonik, khususnya zona subduksi. Pergerakan lempeng yang menyusup ke bawah lempeng lainnya menyebabkan akumulasi energi yang bisa dilepaskan menjadi gempa bumi. Di Indonesia terdapat 14 Megathrust, salah satunya adalah Megathrust Utara Sulawesi.
“Risiko tidak bisa dihilangkan, tapi bisa dikurangi. Dari pemahaman itu, mitigasi harus dilakukan,” tambah Abdullah.
BPBD Tolitoli pun menyampaikan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat:
- Sosialisasi bersama mengenai pentingnya mitigasi bencana.
- Melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa.
- Mengikuti seluruh imbauan dan arahan pemerintah.
- Menyiapkan tas darurat di rumah.
- Mengenali zona tempat tinggal, apakah rawan gempa maupun tsunami.
- Melakukan latihan simulasi bersama keluarga.
- Mengikuti jalur evakuasi yang telah ditetapkan.
- Memahami dan mengingat lokasi titik kumpul.
Selain itu, Kalak BPBD Buol, Moh Kachfi, juga menyampaikan bahwa BPBD memerlukan dukungan sarana, prasarana, dan pembiayaan untuk memperluas kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di seluruh kecamatan di Kabupaten Buol.
“Mitigasi adalah kunci. Kami membutuhkan dukungan penuh agar sosialisasi bisa menjangkau semua masyarakat,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan