Kelangkaan BBM Mengganggu Operasional Bus AKAP di Bengkulu
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bengkulu, menyebabkan perusahaan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami kesulitan dalam menentukan strategi untuk menarik penumpang. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah PO SAN, yang melayani banyak rute ke berbagai daerah di Tanah Air. Saat ini, PO SAN masih merasa bingung dalam menentukan apakah akan memberikan diskon atau program khusus selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Direktur PO SAN, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu di Bengkulu. Dampaknya sangat besar karena BBM menjadi komoditas yang sangat penting bagi operasional perusahaan. Ia mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).
“Kami menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengantre agar bisa mendapatkan BBM,” ujar Kurnia Lesani Adnan saat berbincang dengan sejumlah media di Bengkulu. Ia juga menyebutkan bahwa pengisian BBM dibatasi, sehingga menciptakan ketidakpastian dalam ekosistem bisnis perusahaan.
Dampak dari kelangkaan BBM tidak hanya terasa pada proses pengisian, tetapi juga pada jadwal keberangkatan bus. Terkadang, jadwal keberangkatan terlambat karena persediaan BBM yang tidak cukup. Hal ini memaksa para sopir untuk lebih waspada agar tidak kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
Di tengah situasi ini, PO SAN menyarankan agar solar diperuntukkan terlebih dahulu untuk kendaraan yang melayani transportasi umum. Menurut Kurnia Lesani Adnan, jika langkah ini dilakukan, maka kelangkaan BBM solar di Bengkulu dapat teratasi dengan baik.
Ia optimistis bahwa dengan subsidi solar yang diberikan hanya untuk kendaraan umum, akan terjadi penghematan yang signifikan. “Jika subsidi solar hanya diberikan untuk kendaraan umum, maka penghematan bisa mencapai hingga 85 persen,” ujarnya.
Tantangan Operasional Akibat Kelangkaan BBM
Beberapa hal yang menjadi tantangan bagi PO SAN akibat kelangkaan BBM antara lain:
- Waktu yang terbuang untuk mengantre di SPBU.
- Pembatasan pengisian BBM yang mengganggu rencana operasional.
- Ketidakpastian dalam memprediksi kebutuhan bahan bakar.
- Tunda jadwal keberangkatan yang berpotensi mengganggu kepercayaan pelanggan.
- Kesiapan sopir yang harus lebih ekstra agar tidak kehabisan BBM di tengah perjalanan.
PO SAN berharap pemerintah atau instansi terkait dapat segera menyelesaikan masalah kelangkaan BBM, terutama solar, agar operasional perusahaan dapat berjalan lancar. Selain itu, mereka juga berharap adanya kebijakan yang lebih proaktif dalam mengatasi krisis energi ini.
Dengan kondisi seperti ini, PO SAN memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu berdasarkan pertimbangan yang matang, terutama dalam menghadapi masa liburan yang biasanya menuntut peningkatan kapasitas layanan.
Tinggalkan Balasan