SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyampaikan perhatian khusus terhadap budaya yang sering dilakukan oleh para santri dalam pembangunan di pondok pesantren. Ia menyoroti bahwa keikutsertaan santri dalam proses pembangunan sering kali dilakukan tanpa bimbingan atau pengawasan dari tenaga ahli.
“Itulah keprihatinan kita. Nanti harus kita rubah semua pola. Kepada pesantren, tidak boleh membangun sendiri harus ada tim teknisi,” ujar Muhaimin setelah meninjau Posko SAR Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa budaya gotong-royong di lingkungan pesantren tetap diperbolehkan. Namun, ia menegaskan bahwa konteksnya berbeda ketika terkait pembangunan di pondok pesantren yang membutuhkan perhitungan dan pengetahuan teknis yang mendalam.
“Soal gotong royong itu boleh, tetapi bahwa harus ada ilmunya. Kita minta kepada semua pesantren yang lagi membangun tidak boleh membangun tanpa ada kalkulasi teknik,” tegasnya.
Selain itu, Cak Imin dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno telah melakukan pembahasan dan koordinasi terkait pembangunan pondok pesantren lain pasca kejadian naas di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo.
Menurut Cak Imin, ia dan Pratikno sepakat untuk merekomendasikan kepada seluruh pondok pesantren yang masih menjalani masa pembangunan agar mengikuti kaidah-kaidah keilmuan teknik yang sesuai dan melibatkan ahli atau pakar di bidang tersebut.
“Saya tadi juga sudah komunikasi sama Pak Pratik [Menko PMK], ingin mencari jalan keluar. Pertama, pesantren-pesantren yang membangun, hendaknya menggunakan standar ilmu teknik. Tentu harus ada ahlinya. Kepada [pesantren] yang belum ada ahlinya, tolong dihentikan dulu [pembangunannya],” ungkap Cak Imin.
Ia juga menjelaskan rekomendasi kedua yaitu pemerintah pusat akan memberikan bantuan tenaga ahli di bidang teknik guna membantu pembangunan di pondok pesantren.
Cak Imin menyebut, rekomendasi ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, di bawah komando Menko Agus Harimurti Yudhoyono.
“Kedua, saya dan Pak Pratik sepakat akan mencari bantuan kepada pesantren yang membangun untuk diberi bantuan secara teknik. Nanti kita cari bagaimana caranya [dengan] Kementerian Infrastruktur,” pungkasnya.
Rekomendasi Pemerintah untuk Pembangunan Pesantren
-
Penerapan Standar Teknis
Semua pondok pesantren yang sedang dalam proses pembangunan diminta untuk mematuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kualitas bangunan. -
Keterlibatan Ahli Teknis
Setiap proyek pembangunan di pondok pesantren wajib melibatkan tenaga ahli atau pakar di bidang masing-masing. Ini penting untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat. -
Henti Sementara Pembangunan
Untuk pesantren yang belum memiliki tenaga ahli, pemerintah menyarankan untuk menghentikan sementara pembangunan hingga tersedia dukungan teknis yang memadai. -
Bantuan Tenaga Ahli dari Pemerintah
Pemerintah akan memberikan bantuan tenaga ahli di bidang teknik untuk membantu pesantren yang sedang membangun. Bantuan ini akan diatur melalui koordinasi dengan kementerian terkait. -
Koordinasi dengan Kementerian Infrastruktur
Pemerintah akan bekerja sama dengan Kementerian Infrastruktur untuk memastikan bahwa bantuan teknis dapat diberikan secara efektif dan efisien. -
Evaluasi dan Pengawasan Berkala
Selain itu, pemerintah akan melakukan evaluasi dan pengawasan berkala terhadap proyek pembangunan di pondok pesantren untuk memastikan kepatuhan terhadap standar teknis dan keselamatan.
Tinggalkan Balasan