Peringatan Penting dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal
Cuaca yang tidak menentu dan sering kali ekstrem, seperti hujan deras disertai angin kencang dan petir, menjadi perhatian serius bagi pihak Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal. Dalam situasi ini, mereka memberikan himbauan kepada para pemilik kapal, terutama jenis kapal niaga seperti kapal tongkang, kapal wisata, maupun kapal angkutan sungai dan danau penyeberangan.
Faktor Keselamatan Harus Jadi Prioritas Utama
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal, Mohammad Andi Arifin, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi dan kecepatan angin yang ekstrem harus menjadi kewaspadaan bagi semua pemilik kapal. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan dalam operasional kapal, terutama saat cuaca buruk.
Kapal yang ditambatkan atau berlabuh harus mengikuti prosedur yang berlaku. Khususnya untuk kapal tongkang, yang memiliki risiko tinggi terlepas dari jangkar ketika hujan deras disertai angin kencang. Ia memperingatkan agar kejadian serupa yang pernah terjadi di wilayah pesisir Kota Tegal tidak terulang kembali, seperti kecelakaan kapal tongkang yang menabrak bibir pantai atau anjungan, sehingga menewaskan seorang pemancing.
Standarisasi Ukuran Jangkar dan Rantai
Menurut Andi, ukuran jangkar dan rantai harus diperhatikan secara detail. Ukuran tersebut harus ideal agar kapal yang tertambat benar-benar aman. Pihaknya menyarankan agar standarisasi ukuran jangkar dan rantai sesuai dengan aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan kapal yang ditambatkan.
Selain itu, pihak KSOP juga meminta pengurus dan pemilik kapal untuk selalu menjaga keamanan kapal mereka. Mereka tidak boleh meninggalkan kapal begitu saja tanpa pengawasan. Kebersihan dan kondisi kapal juga harus tetap diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengawasan Terhadap Angkutan Sungai dan Danau Penyeberangan
Terkait dengan angkutan sungai dan danau penyeberangan di Waduk Cacaban, Andi menjelaskan bahwa sudah ada petugas yang bertanggung jawab di wilayah kerja tersebut. Secara rutin, petugas memberikan himbauan kepada pengemudi kapal ketika cuaca tidak mendukung untuk berlayar atau membawa penumpang.
Ia menekankan bahwa keselamatan bersama sangat penting. Para pemilik kapal atau perahu tidak boleh memaksakan diri untuk beroperasi meskipun alat keselamatan telah disediakan. Risiko buruk bisa terjadi jika tidak memperhatikan kondisi cuaca.
Menunggu Cuaca Membaik
Pada sore hari, cuaca sering kali tidak mendukung dan hujan deras sering terjadi. Andi menegaskan bahwa para pemilik perahu sudah memahami untuk tidak beroperasi dan menunggu cuaca membaik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Dengan adanya himbauan dan pengawasan yang intensif, diharapkan kecelakaan yang melibatkan kapal dapat diminimalkan. Pemilik kapal diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga kesiapan kapal dalam segala kondisi cuaca.
Tinggalkan Balasan