Aksi Protes terhadap Larangan Study Tour di Jawa Barat
Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan kebijakan yang melarang pelaksanaan study tour. Keputusan ini menuai banyak protes dari berbagai pihak, terutama para pelaku usaha pariwisata. Aksi protes tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Barat, tetapi juga menyebar hingga ke wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Para pelaku usaha pariwisata di Jawa Barat sebelumnya telah melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Bandung. Aksi tersebut berlangsung pada Senin (21/7/2025). Mereka menuntut agar larangan study tour dicabut. Menurut mereka, kebijakan ini memberikan dampak buruk terhadap sektor pariwisata, termasuk bagi sopir bus dan pelaku UMKM.
Koordinator Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB), Herdi Sudardja, menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka adalah mencabut larangan study tour sekolah dari Jawa Barat ke luar Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa kebijakan ini dinilai merugikan sektor pariwisata secara keseluruhan.
Kini, aksi protes tidak hanya terbatas di Jawa Barat. Di Kabupaten Sleman, spanduk protes muncul di dua titik, yaitu simpang Jalan Monjali dan simpang empat Kentungan. Spanduk yang terpasang berbahan kain putih dengan tulisan merah dan hitam. Tulisan pada spanduk tersebut antara lain, “Selamatkan Pariwisata dari Gubernur Pencitraan KDM.” Di simpang empat Kentungan, spanduk lainnya bertuliskan, “KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar Karena Ulahmu.”
Spanduk tersebut sudah terpasang sejak 5 Agustus 2025. Aksi protes ini berasal dari Forum Wisata Jogja Jateng, yang terdiri dari berbagai sektor pelaku usaha wisata seperti hotel, restoran, jip wisata, hingga toko oleh-oleh. Mereka menilai kebijakan Dedi Mulyadi telah memberikan dampak negatif terhadap perekonomian daerah.
Meskipun ada aksi protes, Dedi Mulyadi tampak tidak terlalu memperhatikan. Hal ini terlihat dari unggahan Instagram-nya, di mana ia membagikan video sedang bercengkerama dengan pedagang minuman di pinggir jalan. Beberapa warga tampak berkumpul dan bersalaman dengan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Dedi Mulyadi terlihat menjalani aktivitasnya seperti biasa, tanpa terpengaruh oleh spanduk protes yang terpasang di Yogyakarta. Pelarangan study tour yang dikeluarkannya berlaku bagi siswa sekolah di Jawa Barat. Meski demikian, para pelaku usaha pariwisata tetap menuntut pencabutan kebijakan ini.
Aksi protes ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh gubernur mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Mereka berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan dampak ekonomi dari kebijakan yang dikeluarkan. Tantangan ini akan menjadi ujian bagi pemerintah dalam menyeimbangkan kebijakan dan kepentingan masyarakat.
Tinggalkan Balasan