Proses Keputusan Akhir Investasi Kilang Tuban Masih Dalam Penyelesaian
Proses keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) untuk proyek Grass Root Refinery Kilang Tuban masih dalam proses penyelesaian. Senior Director Oil, Gas, dan Petrochemical Danantara Indonesia, Wiko Migantoro, menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga komponen utama yang harus diselesaikan sebelum FID dapat ditetapkan.
Pertama, terkait belanja modal atau capital expenditure (capex) yang berasal dari hasil lelang. Komponen ini menjadi penting karena menentukan besaran dana yang akan dialokasikan untuk pembangunan kilang. Kedua, adalah aspek penawaran dan permintaan hasil produk kilang. Wiko menyatakan bahwa perlu adanya perhitungan ulang mengingat masuknya bahan bakar minyak bersih atau bio-bio, yang berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Ketiga, berkaitan dengan sisi keuangan. Danantara berharap bisa mendapatkan sumber pendanaan yang memadai agar proyek dapat berjalan sesuai rencana. Saat ini, pihak perusahaan sedang berupaya keras untuk mencari mitra finansial yang tepat.
Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia
Kilang Tuban merupakan proyek kerja sama antara Pertamina dan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft. Pada Oktober 2019, kedua belah pihak telah menandatangani kontrak desain kilang dengan kontraktor terpilih. Proyek ini dikelola oleh Kilang Pertamina Internasional bersama Rosneft melalui perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), yang didirikan pada November 2017.
Dalam skema kepemilikan saham, Pertamina memiliki 55% saham, sedangkan Rosneft memiliki 45%. Proses pembersihan lahan untuk proyek sudah dilaksanakan, termasuk juga tahap rancangan awal proyek atau front-end engineering design (FEED). Wiko menyampaikan bahwa hingga saat ini, perjanjian dengan Rosneft masih berjalan dan belum ada indikasi perubahan.
Update Terbaru Mengenai Proyek Kilang Tuban
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa proyek pembangunan Kilang Tuban masih berlanjut. Ia menyebut bahwa Rosneft sedang membahas dengan Pertamina, dan di pertengahan bulan ini akan ada keputusan lebih lanjut mengenai proyek tersebut.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Migas menyebutkan bahwa proyek ini awalnya ditargetkan beroperasi pada 2025. Namun hingga saat ini, proses FID proyek belum juga selesai. Kilang Pertamina Internasional sebelumnya menyatakan bahwa setelah FID ditetapkan, perusahaan akan segera melanjutkan pembangunan kilang, termasuk tahap konstruksi.
Tantangan dan Langkah Lanjutan
Tantangan utama yang dihadapi proyek ini adalah keterlambatan dalam pengambilan keputusan akhir investasi. Hal ini memengaruhi jadwal pembangunan dan operasional kilang. Selain itu, adanya perubahan tren pasar energi, seperti masuknya bahan bakar minyak bersih, turut memengaruhi perhitungan ekonomi proyek.
Meskipun demikian, pihak perusahaan tetap optimis bahwa proyek ini akan segera berjalan. Mereka terus melakukan koordinasi dengan mitra strategis, serta memastikan semua aspek teknis dan finansial telah dipersiapkan dengan matang.
Dengan proyek ini, diharapkan Kilang Tuban dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas bumi nasional, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Tinggalkan Balasan