ForumNusantaranews.com TANGGAMUS – dengar suara tangisan seorang warga temukan bayi perpuan dalam lubang bekas septiteng pada Senin malam sekira pukul 23.30 WIB
penemuan bayi malang tersebut bermula saat seorang warga bernama Mardiansah (32), Warga Dusun Sriwidodo, Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus mendengar suara lirih menyerupai suara kucing dari arah belakang rumahnya ketika hendak mengambil air minum di dapur.
Karena curiga, Mardiansah menelusuri sumber suara tersebut dan mendapati suara berasal dari dalam lubang bekas septiteng dibelakang rumah
“Setelah dipastikan suara tersebut adalah suara bayi dirinya segera meminta pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi bayi dari dalam lubang,
Usai dievakuasi, bayi langsung dibersihkan oleh warga dan mendapatkan pertolongan pertama dari Bidan Desa Pekon Wonoharjo.
Sementara Polsek Sumberejo Polres Tanggamus melakukan identifikasi temuan seorang bayi perempuan yang ditemukan warga di dalam lubang bekas septiteng sedalam kurang lebih tiga meter di Dusun Sriwidodo, Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus,
Kapolsek Sumberejo Iptu Zulkarnain mengatakan, bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB dalam kondisi hidup, diperkirakan baru berusia satu hari dan masih menempel ari-ari.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal bersama pihak medis.
“Begitu menerima informasi, anggota langsung ke TKP untuk mengamankan dan memastikan kondisi bayi. Bayi ditemukan di dalam lubang bekas septiteng dan berhasil diselamatkan,
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut mengalami memar di bagian lutut kiri, lutut kanan, serta pada bagian hidung.
“Alhamdulillah kondisi bayi saat ini stabil dan dalam perawatan bidan desa. Kami terus melakukan pemantauan,” tegasnya.
Kapolsek menambahkan, pihaknya juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa satu lembar kain sarung yang digunakan untuk membungkus bayi.
dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi serta motif dugaan penelantaran.
“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait orang tua bayi tersebut agar segera melapor ke Polsek maupun Bhabinkamtibmas atau dapat menghubungi layanan 110,” tutupnya (Apri)
Tinggalkan Balasan