Desa Megeri Kradenan Blora, Diduga Sedang Bergejolak.

Ilustrasi Gambar

Blora :- Dari Desa Megeri, Kecamatan Kradenan Blora, diduga sedang bergejolak, dengan adanya beberapa kasus yang mengarah kepada Samsi, Kepala Desanya.

Beberapa adanya dugaan kasus tersebut, di antaranya, pengelolaan Anggaran Dana Desa yang diduga tidak transparan, dugaan peminjaman beberapa sertifikat milik Warga setempat, dan sampai kepada adanya dugaan pernyataan pengunduran diri sebagai Kepala Desa, yang menurut informasinya, langsung disampaikan kepada Bupati Blora Arif Rohman.

Untuk membuktikan kebenaran informasi, Tim Media ini, berusaha mendapat keterangan dari pihak terkait, seperti kepada Tarkun Camat Kradenan dan Kepala Desa Megeri.

Namun pada saat itu belum bisa bertemu dengan Pihak terkait.

Diperoleh keterangan, dari warga setempat, termasuk dari rekan sejawatnya, Samsi Kades Megeri memang  sedang sakit.

Bahkan pada saat itu, kami dapat nomor Seluler/ WhatsApp, menurut keterangan pemberi nomor hp tersebut, adalah milik Samsi, Kepala Desa Megeri.
Namun setelah dihubungi diduga tidak ada respons.

Surip, Sekretaris Desa ( Megeri ) saat dihubungi melalui WhatsApp miliknya, mengatakan sedang berada di Blora.

Beberapa hari kemudian, Tim Media ini, baru berhasil ketemu dengan Tarkun Camat Kradenan, Blora Jawa Tengah.

Saat dikonfirmasi Tarkun, menanggapi terkait informasi transparansi Anggaran Dana Desa, menurutnya perlu dijelaskan secara detil.
” Yang tidak transparansi itu anggaran untuk pembangunan apa? Apakah infrastruktur atau sarana lainnya. Jadi perlu dijelaskan,” ujarnya.

” Kalau mengenai pembangunan jalan misalnya, jalan yang mana ? Perlu ditunjukan, jalan yang mana? Nanti bukan jalan Poros Desa tapi Jalan dibawah wewenang Dinas PUPR,” tambahnya.

Lalu kataTarkun, ” Kalau jalan Poros Kecamatan dibawah wewenang Pemkab atau Dinas PUPR, artinya Pemdes tidak punya wewenang,”

Sedangkan pernyataan Samsi yang diduga mengundurkan diri, Tarkun memberikan keterangan, pihaknya sebagai Pembina Pemerintah Desa atau pemangku wilayah yang ditugaskan oleh Pemerintah Daerah atau oleh Bupati,  di wilayah kecamatan Kradenan, mengaku belum menerima surat dari yang bersangkutan atau kalau memang ditujukan langsung kepada Bupati, Tarkun mengatakan belum ada pemberitahuan.

” Jadi prosedurnya kan memang begitu,” ucap Tarkun.

Menurut sepengetahuan Tarkun, Samsi sebagai Kepala Desa Megeri, sepertinya telah memenuhi janji janji politiknya.

Misalnya janji, kepada warga akan memberikan Mobil Siaga untuk Pemdes dan Warga, dengan uang pribadinya.

Namun Mobil Siaga itu kemudian ditarik kembali, karena diduga disalah gunakan oleh kelompok lain

Bahkan kata Tarkun, yang seharusnya Mobil itu ditulis Mobil Siaga Desa Megeri, malah ditulis nama organisasi yang dimaksud tadi.
” Coba menurut sampean gimana ? Geloh (mangkel) tidak yang memberinya kan ?” Tandasnya.

Kemudian Tarkun, menegaskan kalau persoalan pribadi, yang tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Desa.
Seperti dugaan pinjaman Sertifikat kepada warga,”itu kan persoalan pribadi,” tegas Tarkun, Senin, 16/06/2025.

Selanjutnya, dalam waktu yang bersamaan, secara kebetulan Tim Media ini, bertemu dengan seseorang yang mengaku teman dekatnya Kades Megeri, bahwa sebenarnya Kades Megeri, diduga tidak sakit, seperti selama ini ada informasi sakit dan tidak bisa bicara.

” Sakit dan tidak bisa bicara diduga tidak benar. Ada dugaan kalau dengan orang khusus, dia biasa bisa bicara,,” katanya kepada Tim Media, dengan mewanti wanti agar tidak menyebutkan namanya.Senin, 16/06/2025.

Untuk meluruskan semua informasi, Tim Media ini, konfirmasi langsung melalui Whatsapp yang katanya milik Kades Megeri, termasuk kepada Sekdes Megeri.

Konfirmasi tersebut dijawab begini :

“Waalaikumsalam wr wb.
Semua itu tidak benar kang. Untuk pengelolaan Dana Desa sudah sesuai alur melewati musdes bersama ketua BPD dan kecamatan mengetahui dan ada foto kegiatan musdesnya. Dan setiap pembangunan kami selalu di dampingi oleh pendamping desa dan selalu di monev oleh kecamatan di setiap waktu pembangunan. Aduan tersebut mungkin adanya salah satu oknum atau segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab dan ingin membuat ketidaknyamanan di Desa Megeri. Haturunuwun kang🙏🏻🙏🏻🙏🏻”

“Dan juga kang untuk saat ini pak kades memang benar” sakit dan masih dalam proses pengobataan untuk pemulihan🙏🏻🙏🏻,” Selasa, 17/06/2025.

Sedangkan dari Surip Sekdes Megeri, diketahui ada dugaan balasannya dihapus.

Pemberitaan : Nika Totok dan Kang Ajas

Penulis : Kang Ajas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *