Desain dan Strategi Aprilia di Musim 2026
Di kantor SkyTV di Milan, pada hari Kamis (15/1/2026), proyek Aprilia 2026 telah diperkenalkan. Wajah-wajah yang sama dan berada di tempat yang sama seperti setahun lalu, tetapi dengan peran yang benar-benar berbeda. Tampilan motor musim ini terlihat lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, warna hitam mendominasi dengan ornamen merah di beberapa bagian dan tulisan Aprilia dalam warna merah dan putih. Kini, selain hitam dan merah, terdapat semburat ungu di bagian depan. Tulisan Aprilia berwarna putih dengan kepala singa menggantikan huruf A di depan.
Marco Bezzecchi menyampaikan bahwa motor musim ini berbeda dari tahun lalu. Ia menilai bahwa motor berwarna hitam selalu terlihat bagus dan senang melihat singa kembali sebagai desain bersejarah. Menurutnya, motor ini terlihat agresif, sesuai dengan karakter tim secara keseluruhan, pabrikan, dan orang-orang yang bekerja di sampingnya. Ia berharap bisa membawa motor ini ke tempat yang tepat.
Jorge Martin menambahkan bahwa motor ini cukup bagus, namun membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Fabiano Sterlacchini bekerja dengan baik, dan motor berfungsi sangat baik di Valencia. Yang penting adalah mengonfirmasi performanya di Malaysia dan Thailand. Ia juga menyebut bahwa motor full hitam selalu impresif, dengan adanya singa yang membuatnya lebih menarik.
Sebelumnya, bintang utama tim adalah Jorge Martín, yang mengenakan nomor 1 juara dunia 2024 di RS GP25-nya. Namun, kali ini fokus tertuju pada Marco Bezzecchi yang memilih untuk bersikap rendah hati. Pembalap Italia ini membuktikan tahun lalu, terutama di akhir musim, bahwa ia siap menghadapi tantangan ini. Meskipun Marc Márquez cedera, Bezzecchi mampu mencatatkan poin terbanyak di paruh kedua musim ini, dengan total 223 poin dalam 11 grand prix terakhir, di atas Pedro Acosta (KTM) yang mengumpulkan 208 poin.
Alex Marquez (Gresini) dengan 206 poin dan Marc Márquez yang absen dalam empat balapan terakhir, tetapi masih mampu mencetak 201 poin di paruh kedua kejuaraan. Selain kemajuan Bezzecchi, ia juga berhasil mendorong pabrikan Noale dari posisi terakhir klasemen konstruktor setelah GP Spanyol pada bulan April, ke posisi kedua akhir, di depan KTM, Honda, dan Yamaha.
Tujuan Utama Proyek Aprilia 2026
Proyek Aprilia pada 2026 didasarkan pada tiga tujuan besar. Pertama, terus meningkatkan RS-GP25, yang memiliki mesin yang dibekukan, tetapi terus berkembang dalam hal sasis dan aerodinamika. Pekerjaan para insinyur Noale, terutama pada paruh kedua musim ini dan menjelang tes Valencia pada November, sangat spektakuler dari segi jumlah komponen dan inovasi yang dapat dicoba oleh para pembalap.
Tujuan kedua adalah terus bekerja dan mengembangkan Bezzecchi. Pembalap Italia ini bergabung dengan tim sebagai pemain pendukung, terutama karena kuota Italia yang diperlukan untuk struktur ini. Namun, pembalap asal Rimini ini telah menunjukkan karakter dan kekuatannya, sehingga menjadi ‘pilihan tepat’ Aprilia saat memperbarui susunan pembalapnya pada tahun 2025.
Yang ketiga adalah memulihkan Martín secara fisik dan mental. Pembalap Spanyol itu mengalami cedera parah sepanjang 2025. Ia hanya bisa menyelesaikan empat dari 22 balapan musim itu, dan harus menjalani operasi sebanyak empat kali. Selain itu, ia terlibat dalam sebuah ‘skandal’ di awal musim, ketika mencoba untuk menegakkan klausul pelepasan yang akhirnya ditolak, tetapi hal itu merusak hubungan mereka. Sekarang, meskipun luka itu masih kadang-kadang terasa, kedua belah pihak berusaha untuk bersikap baik karena saling membutuhkan.
Desain dan Strategi Aprilia untuk Musim 2026
Sejalan dengan beberapa tahun terakhir, Aprilia memperkenalkan desain RS-GP26 yang sepenuhnya hitam dengan beberapa garis merah dan ungu, dengan merek Italia itu sendiri sebagai sponsor utama, bersama dengan sponsor-sponsor kecil lainnya.
Massimo Rivola, CEO Aprilia, menjelaskan bahwa mereka menghadapi musim 2026 dengan gagasan yang jelas tentang siapa mereka dan di mana mereka ingin berada. Ia menyebut bahwa mereka baru saja menjalani musim 2025 yang solid, yang memungkinkan mereka mencapai tingkat daya saing yang sangat tinggi. Tujuan mereka sekarang adalah berjuang di setiap balapan.
Mantan awak Ferrari F1 ini menjelaskan bahwa mereka akan membagi pekerjaan, setidaknya di awal musim. “Kami akan memiliki dua jalur berbeda di dalam pit: di satu sisi, bersama Marco, kami akan mencoba untuk kembali ke level yang kami tunjukkan di akhir musim, dan di sisi lain, bersama Jorge, kami harus banyak meningkatkan diri. RS-GP26 adalah motor yang kami percayai dan memiliki potensi besar, sama seperti pembalap kami,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan