Bencana Longsor di Dukuh Situkung, Banjarnegara Mengancam Kehidupan Warga
Pada hari Minggu, 16 November 2025 sore, sebuah tebing tinggi di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara mengalami longsoran besar yang menimpa puluhan rumah warga. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.45 WIB dan langsung terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @infocepatbanjarnegara. Dalam rekaman tersebut, terlihat tebing yang cukup tinggi mengalami keruntuhan yang sangat parah. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Material tanah yang jatuh langsung mengubur rumah-rumah yang ada di bawahnya. Tidak hanya itu, tiang listrik juga roboh dan jalan penghubung di wilayah tersebut tertutup tanah. Kejadian ini menunjukkan betapa rentannya wilayah Dukuh Situkung terhadap bencana longsor. Topografi daerah ini memiliki lereng bukit yang curam, sehingga meningkatkan risiko longsor. Selain itu, kondisi tanah di sini cenderung labil, terutama saat musim hujan, karena mudah jenuh dan tidak stabil.
Dusun Situkung berada di barat laut pusat Kota Banjarnegara, dengan jarak sekitar 45-58 km. Wilayah ini dikenal sebagai area rawan bencana, khususnya longsor. Sejak kejadian, sebanyak 120 keluarga dari empat RT memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka memutuskan untuk kosongkan rumah mereka karena khawatir terjadi longsoran susulan. Saat ini, para pengungsi telah berpindah ke Pendapa Pandanarum dan rumah warga lainnya, karena kondisi tanah masih bergerak.
Camat Pandanarum, Agung Dwiatmoko, menjelaskan bahwa tim relawan sedang melakukan pendataan terkait jumlah orang yang tertimbun serta kemungkinan korban jiwa akibat bencana ini. “Kami bersama BPBD sedang mendata rumah dan korban yang mungkin tertimbun longsor,” ujar Agung kepada Tribun Jateng. Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari kepala desa atau relawan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, TNI, dan Polri terus melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Raib Sekhudin, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan awal, terdapat 20 rumah warga yang masuk kategori terdampak. Sementara itu, sebanyak 221 jiwa terdata telah mengungsi di beberapa titik. Mayoritas dari mereka berada di kantor kecamatan, sementara sebagian lainnya masih berada di area kebun dan dalam proses evakuasi.
Menurut Raib, situasi di Dusun Situkung saat ini sudah mulai kondusif. Namun, pendataan masih akan terus dilakukan dan update data akan disampaikan secara berkala. Adapun, empat RT yakni RT 01, 02, 03, dan 04 di RW 03 Dukuh Situkung, Desa Pandanarum terdampak akibat peristiwa ini. Secara keseluruhan, wilayah terdampak dihuni oleh sekitar 700 jiwa atau 180 keluarga.
Selain itu, dilaporkan masih terdapat dua warga yang diduga terjebak di area longsor. Menurut Raib, upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur gabungan. “Informasi sementara masih ada dua jiwa yang terjebak di area lokasi terdampak. Tim kami saat ini sedang fokus untuk melakukan evakuasi dan pencarian,” imbuhnya.
Tinggalkan Balasan