DHIS Primary Menunjukkan Komitmen dalam Pembelajaran Berbasis Proyek melalui IKC 2025
DHIS Primary terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan pengalaman belajar yang berorientasi internasional. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah partisipasi sekolah dalam International Kids Conference (IKC) 2025. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Krya Global ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan suasana konferensi global dan mempresentasikan karya inovatif mereka kepada audiens internasional.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan World Children’s Day, IKC menjadi wadah pembelajaran yang mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, melakukan riset sederhana, serta menyusun gagasan dalam bentuk proyek dan visual paper. Tahun ini, sebanyak 24 siswa DHIS Primary berhasil menampilkan karya dengan beragam tema, mulai dari budaya, teknologi, lingkungan hingga kesehatan. Setiap proyek mencerminkan pemahaman siswa terhadap isu-isu nyata di dunia sekitar mereka.
Kepala DHIS Primary, Rustati Fatimah, menilai bahwa ajang internasional seperti IKC sangat penting dalam mengembangkan future skills siswa. “Kami ingin siswa memiliki keberanian untuk tampil, kemampuan untuk menganalisis masalah, dan kepercayaan diri untuk berbagi ide. IKC memberikan ruang bagi mereka untuk merasakan proses berpikir kreatif dan berbicara di hadapan audiens global,” ujarnya.
Rustati juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di DHIS Primary. “Proyek yang dihasilkan siswa menunjukkan bahwa mereka mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan isu nyata. Inilah bentuk pembelajaran yang kami dorong—anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari eksplorasi dan pengalaman langsung,” tambahnya.
Pada 22 November 2025, beragam proyek siswa ditampilkan secara online. Beberapa di antaranya mencakup representasi budaya Indonesia seperti batik dan rujak, prototipe pendeteksi banjir berbasis Arduino, program daur ulang kertas, kreasi minuman tradisional modern, poster mitigasi gempa, tas daur ulang plastik, hingga smart dustbin yang dirancang untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan.
Partisipasi DHIS Primary dalam IKC 2025 tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan karya siswa, tetapi juga membuktikan komitmen sekolah dalam membangun generasi muda yang kreatif, peduli, dan siap bersaing di kancah internasional. Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang berbasis proyek dan penuh tantangan, DHIS Primary terus menjawab tantangan dunia yang semakin terhubung secara global. Melalui keikutsertaan ini, sekolah menunjukkan bahwa pembelajaran yang efektif tidak hanya berasal dari teori, tetapi juga dari praktik dan pengalaman nyata.
Tinggalkan Balasan