Dinas (PU) Pengairan Banyuwangi, Menyukseskan Program” Padat Karya”Dalam Pemulihan sumber ekonomi masyarakat.

Banyuwangi,- Dinas ( Pu ) Pengairan kabupaten Banyuwangi, Untuk menyukseskan program pemerintah yakni pengentasan kemiskinan telah melaksanakan berbagai program di tahun 2024 yang lalu salah satunya adalah program “Padat karya”.

“Memperkuat layanan irigasi dan mendorong dalam pemulihan sumber ekonomi masyarakat Banyuwangi.
Tahun 2025. Program ini dilaksanakan di 12 lokasi berbeda, dengan setiap lokasi melibatkan sedikitnya 30 warga setempat sebagai tenaga kerja,

“Kegiatan padat karya tahun ini digelar mulai 27 Oktober hingga 12 November 2025, kemarin lalu dengan Wilayah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran menjadi titik terakhir pelaksanaan.

Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, memaparkan,” Selain menyelarasakan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, program padat karya juga bertujuan untuk mempertahankan keberhasilan program ketahanan pangan dengan cara menjamin kelancaran irigasi guna produksi pangan”,ucapnya senin ( 24/11/2025).

“Padat karya ini bertujuan untuk memperbaiki dan memperlancar aliran irigasi agar bisa di gunakan bagi masyarakat khususnya kelompok HIPPA dan warga sekitar lokasi pekerjaan.

“Sasaran padat karya terdiri dari HIPPA dan penduduk setempat. Program ini sekaligus menjadi stimulan ekonomi, juga sebagai upaya penanganan kelancaran irigasi berbasis masyarakat,, ” Ujarnya.
“Pengerjaan program itu di masing-masing titik saluran irigasi dilaksanakan dalam waktu 15 hari kerja,”
Selain memberikan Honor kerja, DPU pengairan juga menyediakan peralatan kerja seperti, cangkul, sepatu boot, sarung tangan, dan gerobak sorong ( artco).

“Program melalui “Padat karya” Bisa memberikan tambahan pendapatan masyarakat, juga dari partisipasinya masyarakat untuk memacu kepedulian petani dan warga dalam merawat saluran irigasi secara berkelanjutan.

“Program padat karya ini mencakup berbagai Pekerjaan fisik seperti normalisasi saluran perbaikan tanggul pembersihan sedimen dan sampah, hingga pelebaran saluran irigasi yang terdampak penyempitan.juga melibatkan tenaga lokal dalam berbagai pekerjaan infrastruktur irigasi di mulai normalisasi perbaikan hingga pelebaran saluran, tambahnya. Riza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *