Dipaksa Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya: Amanah 5 Tahun Tetap Berlaku

Pernyataan Ketua Umum PBNU Mengenai Isu Kepemimpinan dan Dinamika Internal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal sebagai Gus Yahya, telah memberikan pernyataan resmi terkait isu-isu yang muncul di tengah dinamika internal organisasi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatannya meskipun ada berbagai wacana dan informasi yang beredar.

Gus Yahya juga menyampaikan klarifikasi bahwa hingga saat ini, ia belum menerima surat resmi dalam bentuk apa pun terkait isu-isu internal yang sedang dibicarakan. Termasuk dokumen-dokumen yang beredar di masyarakat, seperti risalah hasil rapat harian Syuriyah pada hari Kamis (20/11) yang disebut meminta dirinya untuk mundur dari jabatan ketua umum. Ia menekankan bahwa semua informasi tersebut harus dicek keabsahannya sebelum dipercaya.

“Massa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh,” ujar Gus Yahya. Ia menyarankan agar masyarakat dapat memverifikasi dokumen-dokumen yang beredar melalui bukti tanda tangan digital yang biasa digunakan dalam penandatanganan surat resmi oleh organisasi.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Majelis Syuriyah PBNU tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan jabatan ketua umum. Menurutnya, Syuriyah tidak memiliki wewenang untuk mengganti anggota organisasi yang memiliki jabatan struktural. Meski demikian, Gus Yahya tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan Nahdlatul Ulama dan bangsa secara keseluruhan.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan jajaran Syuriyah. Saya berharap rekonsiliasi internal dapat segera diwujudkan bersama para kiai sepuh dan jajaran struktur terkait,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gus Yahya juga secara tegas menepis berbagai tuduhan yang muncul di publik, termasuk rumor tentang dirinya yang menikmati aliran dana senilai ratusan miliar. Ia menegaskan bahwa tidak akan mengambil tindakan apapun tanpa adanya data dan bukti yang jelas, serta menolak untuk bertindak berdasarkan dugaan atau isu yang tidak berdasar.

Gus Yahya juga dijadwalkan akan bertemu dengan para ulama pada hari ini untuk berdiskusi dan meminta nasihat serta doa dalam menjaga keutuhan organisasi tersebut. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan harmoni dalam tubuh NU, serta memastikan bahwa semua langkah yang diambil dilakukan dengan pertimbangan matang dan sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *