Ambruknya Tiga Ruang Kelas SD Negeri 9 Kilensari, Situbondo
Pada malam hari tanggal 15 November 2025, tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SD) Negeri 9 Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo mengalami kerusakan parah hingga ambruk. Kejadian ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu dan struktur bangunan yang sudah tua serta lapuk akibat usia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo, Sopan Efendi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan anggaran khusus untuk perbaikan sekolah tersebut. Ia menyatakan bahwa rencana rehabilitasi tiga ruang kelas di SD Negeri 9 Kilensari akan dilakukan dalam tahun anggaran 2026.
“Sekolah tersebut sudah mengajukan permohonan pada tahun ini, dan masuk dalam rencana revitalisasi tahun depan. Tim juga telah melakukan survei ke lokasi,” ujar Sopan Efendi.
Sementara itu, Plt Kepala SD Negeri 9 Kilensari, Zainatul Kiptiyah, menceritakan bahwa kerusakan terjadi pada Sabtu (15/11) malam dan kembali terjadi pada Senin (17/11) sore. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi pada malam Minggu (16/11), yang menyebabkan atap ruang kelas lima ambruk total. Selain itu, atap dan plafon ruang kelas empat dan enam juga rusak karena material kayu yang sudah lapuk.
Kiptiyah menambahkan bahwa tiga ruang kelas tersebut sejak lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh struktur bangunan yang sudah tidak stabil, sehingga memunculkan kekhawatiran akan bahaya yang bisa menimpa siswa.
“Tahun 2024 kami juga sudah mengajukan permohonan rehab tiga ruang kelas ke Dinas Pendidikan, tetapi belum terealisasi. Tahun ini pun kami kembali mengajukan,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, proses belajar mengajar siswa kelas empat, lima, dan enam dilakukan di ruang perpustakaan dan mushala. Kiptiyah menjelaskan bahwa selama tiga ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan, siswa harus menggunakan fasilitas tambahan sebagai alternatif.
Kondisi Bangunan yang Mengkhawatirkan
Selain faktor cuaca, kondisi fisik bangunan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan yang terjadi. Material kayu yang digunakan dalam pembuatan atap dan dinding bangunan sudah mulai lapuk dan tidak mampu menahan tekanan dari cuaca ekstrem.
Sejumlah warga sekitar menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap keselamatan para siswa. Mereka berharap agar pihak sekolah dan dinas terkait segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan efektif.
Upaya Perbaikan yang Dilakukan
Meskipun saat ini masih dalam tahap survei dan perencanaan, pihak sekolah dan dinas pendidikan tampaknya telah bersiap untuk segera melaksanakan perbaikan. Rencana rehabilitasi tiga ruang kelas tersebut diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.
Selain itu, pihak sekolah juga sedang mencari solusi jangka pendek agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan lancar. Beberapa ruangan sementara seperti mushala dan perpustakaan digunakan sebagai alternatif untuk kebutuhan belajar siswa.
Harapan Masyarakat
Masyarakat sekitar dan para orang tua murid berharap agar pihak sekolah dapat segera menyelesaikan masalah ini. Mereka menilai bahwa keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar sangat penting bagi perkembangan anak-anak.
Dengan adanya upaya perbaikan yang direncanakan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan lingkungan sekolah dapat kembali menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa.
Tinggalkan Balasan