Gambar Ai
Forumnusantaranews.com– Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana mengoperasikan kembali Air Mancur Situ Buleud sebanyak 13 kali. Rencananya dari bulan Januari hingga Agustus 2026. Setiap kali pertunjukan, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp75 juta.
Jika dikalkulasikan, total anggaran yang disiapkan untuk 13 kali pertujukan mencapai Rp 975 juta. Kegiatan itu diketahui dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) sebagai penyedia.
Hal tersebut menjadi sorotan publik, salah satunya datang dari Tarman Sonjaya, Ketua Aspirasi Masyarakat Purwakarta (Amarta). Ia mengatakan bahwa Pemkab Purwakarta tidak komitmen dengan program efisiensi yang sedang gencar disuarakan.
“Katanya efisiensi anggaran. Tapi kesannya kok seperti pemborosan? Kita ingin ada penjelasan dan transparansi atas rincian mengenai urgensi operasional air mancur tersebut,”kata Tarman, Kamis 5 Maret 2026.
Diterapkan nya kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan dinas setiap hari kamis di perkantoran pemerintah disebut sebagai bagian dari upaya penghematan.
“Setiap hari kamis tiap dinas wfh, tujuannya jelas untuk menghemat anggaran, seperti menekan penggunaan listrik, air, serta layanan internet dan itu salah satu program efisiensi yang sedang dijalan Pemkab Purwakarta,”ujarnya.
Tarman juga menyinggung manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan dengan dioperasikan nya pertunjukan air mancur sribaduga.
“Perbandingan antara manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan sebenarnya apa dengan di operasikan nya air mancur? Kita tau air mancur ikon Purwakarta, tapi kalau lihat posisi sekarang berarti kebijakan yang dijalan bertolak belakang dong,”ucapnya.
Sementara itu, Dodi, Kepala Bidang Pariwisata saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, agar langsung menghubungi Kepala Dinas perihal kegiatan tersebut.
“Silahkan ke Pak Kadis om,”tulisnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait rincian penggunaan anggaran maupun skema pembiayaan operasional air mancur tersebut di tengah kebijakan efisiensi yang sedang diterapkan.
Tinggalkan Balasan