DLH Bandar Lampung Pastikan Tindak Lanjut Cepat Keluhan Warga Soal Genangan Diduga Air Lindi di Sekitar TPA Bakung

ForumNusantaranews.com BANDAR LAMPUNG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung merespons serius keluhan masyarakat terkait adanya genangan air berwarna gelap dan berbau menyengat yang dilaporkan muncul di sejumlah lahan kebun warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.

DLH menyampaikan bahwa pihaknya memahami keresahan warga, terlebih karena kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kebun, tanaman, serta memunculkan kekhawatiran adanya potensi pencemaran sumber air bersih di sekitar permukiman.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, apalagi jika sudah berdampak pada kebun dan aktivitas warga. DLH tidak akan tinggal diam.

Kami pastikan keluhan ini menjadi perhatian serius,” ujar pihak DLH Kota Bandar Lampung.

DLH menegaskan bahwa langkah awal yang segera dilakukan adalah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, memetakan titik genangan, serta menelusuri sumber aliran air yang menggenangi lahan warga.

Selain itu, DLH juga memastikan akan melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan air tersebut, apakah benar mengandung unsur lindi atau berasal dari faktor lain yang memengaruhi perubahan warna maupun bau.

“Yang paling penting adalah memastikan data dan hasil uji secara objektif.

Setelah itu baru dilakukan langkah teknis yang tepat.

Namun yang jelas, penanganan akan segera dilakukan,” lanjutnya.

Program Kerja DLH: Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Sebagai langkah jangka pendek, DLH Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga control landfill di TPA Bakung sampai dengan nantinya pengelolaan sampah akan dikelola oleh PSEL.

termasuk memperkuat pengawasan serta perawatan sistem pengelolaan sampah dan air lindi.

DLH juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mempercepat program pengadaan membran filter pada tahun 2026, sebagai salah satu upaya pencegahan pencemaran lingkungan di sekitar TPA Bakung.

Sementara untuk langkah jangka panjang, DLH Kota Bandar Lampung menyatakan siap menjalin kerja sama strategis dengan DANANTARA Pusat dalam program besar pengelolaan sampah menjadi energi.

DLH menegaskan, bahkan pihaknya telah melakukan langkah konkret melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Danantara pada November 2025 terkait program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

MoU tersebut menjadi bagian dari komitmen DLH dalam mendorong modernisasi pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung agar tidak hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

Dalam rencana pengembangan berikutnya, DLH juga menyampaikan bahwa pembangunan TPA terpusat di wilayah Kota Baru menjadi bagian dari program strategis yang akan menampung sampah dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

TPA terpusat tersebut direncanakan mulai dibangun pada tahun 2027 dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2028.

TPA terpusat itu juga diarahkan untuk mendukung teknologi pengolahan modern, termasuk daur ulang dan pengembangan sistem pengolahan sampah yang dapat dikonversi menjadi energi, salah satunya melalui sistem pembangkit listrik berbasis sampah.

Penanganan Teknis Jika Terbukti Berkaitan dengan TPA

DLH menegaskan, apabila hasil pengecekan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa genangan air tersebut berkaitan dengan sistem pengelolaan TPA Bakung, maka akan dilakukan langkah cepat seperti normalisasi saluran, perbaikan jalur aliran, penambahan pengamanan berupa tanggul, serta peningkatan sistem pengendalian air lindi agar tidak keluar dari area TPA.

DLH juga menyampaikan bahwa pengelolaan TPA Bakung terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Namun pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang dapat meningkatkan volume genangan sehingga memerlukan penanganan tambahan.

“Kondisi cuaca belakangan memang cukup ekstrem.

Tapi apapun penyebabnya, DLH akan memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan. Kami akan mencari solusi cepat dan permanen,” tegasnya.

DLH Gandeng Dinas Kesehatan untuk Pemeriksaan dan Edukasi Warga

Selain penanganan teknis di lapangan, DLH Kota Bandar Lampung juga memastikan akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah preventif terhadap warga yang tinggal di sekitar TPA Bakung.

Program tersebut mencakup kegiatan sosialisasi kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta mendorong pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau dengan baik.

DLH menegaskan, aspek kesehatan masyarakat menjadi perhatian penting, sehingga penanganan persoalan lingkungan akan berjalan beriringan dengan upaya perlindungan kesehatan warga.

Komitmen Keterbukaan dan Pelibatan Warga

Sebagai bentuk komitmen keterbukaan, DLH juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar laporan kondisi lapangan dapat disampaikan secara langsung, sekaligus memastikan masyarakat dilibatkan dalam proses pemantauan.

DLH berharap masyarakat tetap tenang dan tidak ragu melaporkan apabila ditemukan dampak lanjutan, karena keselamatan lingkungan serta kesehatan warga merupakan prioritas utama.

“Kami hadir untuk melindungi lingkungan dan masyarakat. DLH akan berupaya maksimal agar persoalan ini segera menemukan jalan keluar,” tutup DLH.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *