Dorong, Kampus Berbasis Riset

Peran Perguruan Tinggi dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Perguruan tinggi di Indonesia perlu mengubah pola pikir mereka menjadi kampus yang berbasis riset. Paradigma sebagai universitas penelitian dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV, Dr. Lukman, saat menjadi pembicara kunci dalam Sidang Terbuka Senat dalam rangka Peringatan Milad ke-67 Universitas Islam Bandung.

Menurut Lukman, sumber daya manusia dengan mindset riset akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Banyak negara maju telah membuktikan bahwa pendekatan ini sangat efektif. Contohnya, Stanford University mampu menghasilkan 2,7 miliar dolar AS setiap tahun dan menciptakan 5,4 juta pekerjaan, melibatkan sekitar 40.000 perusahaan. Sementara itu, Massachusetts Institute of Technology (MIT) mampu menghasilkan 2 triliun dolar AS dari risetnya, serta membuka peluang kerja hingga 4,6 juta posisi dengan melibatkan sekitar 30.000 perusahaan.

Lukman juga menyoroti University of Kansas yang mampu menghasilkan hingga 7,8 miliar dolar AS dari risetnya dan mempekerjakan 88.000 orang. Di China, klaster inovasi dan teknologi menyumbang 13,4% dari total GDP negara tersebut, meskipun hanya menggunakan 2,5% dari total lahan konstruksi.

Pentingnya Perubahan Mindset Mahasiswa

Untuk mewujudkan hal ini, Lukman menyarankan agar mahasiswa juga mulai mengubah pola pikir mereka terhadap riset. Ia juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah agar perguruan tinggi lebih fokus pada penelitian atau riset. Selain itu, penguatan riset di perguruan tinggi harus didukung oleh dana riset yang memadai.

Menurut data yang disampaikan Lukman, dana riset di tahun 2024 mencapai Rp 1,47 triliun. Namun, pada tahun 2025, dana riset yang berasal dari APBN dan LPDP meningkat pesat hingga Rp 3,2 triliun, atau naik sebesar 218%. Presiden Prabowo juga telah menjanjikan peningkatan dana riset hingga Rp 11 triliun pada tahun 2026. Dengan demikian, kemungkinan besar dana riset bisa meningkat hingga 500% untuk mendukung ekosistem riset.

Rekomendasi untuk Universitas Islam Bandung

Lukman memberikan saran kepada Universitas Islam Bandung (Unisba) agar dapat berkontribusi terhadap ekosistem riset dan pertumbuhan ekonomi. Ia menyarankan agar Unisba fokus pada pengembangan riset dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Salah satu rekomendasinya adalah satu prodi dengan tiga profesor, serta satu dosen dengan satu publikasi internasional.

Komitmen Unisba dalam Pembangunan Berkelanjutan

Rektor Unisba, Prof. Harits Nu’man, menyatakan bahwa universitas ini terus memperkuat eksistensinya sebagai perguruan tinggi Islam unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Tema “Smart Engineering for Sustainable Industry” mencerminkan komitmen Unisba untuk menyiapkan insan yang cerdas, kompetitif, dan berakhlak sebagai katalisator kemajuan ilmu, iman, dan industri berkelanjutan.

Dengan fokus pada riset dan inovasi, perguruan tinggi seperti Unisba memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Melalui kolaborasi antara pihak kampus, pemerintah, dan dunia usaha, riset dapat menjadi salah satu fondasi utama untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *