Dosen Unair kembangkan inovasi biokomposit membran amnion

Inovasi Biomaterial dari Fakultas Kedokteran Gigi Unair

Seorang dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair), Elly Munadziroh, berhasil menciptakan inovasi di bidang biomaterial yang mendapatkan hak paten. Inovasi ini berupa metode pembuatan biokomposit membran amnion sapi yang dikombinasikan dengan hidroksiapatit. Hasil penelitian ini memiliki potensi untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses penyembuhan luka serta regenerasi tulang.

Motivasi Menciptakan Produk Medis Lokal

Elly menyampaikan bahwa motivasi utamanya berasal dari keinginan untuk menghadirkan produk medis yang dihasilkan oleh anak bangsa. “Selama ini, sebagian besar material yang digunakan oleh dokter gigi mayoritas berasal dari produk luar negeri atau impor,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses produk medis berkualitas tanpa tergantung pada impor. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemandirian industri kesehatan di dalam negeri.

Memanfaatkan Membran Terbuang sebagai Bahan Baku

Penelitian Elly merupakan riset berkelanjutan yang dimulai dari disertasinya saat menempuh pendidikan doktoral (S3). Fokus penelitiannya adalah membran amnion, yaitu selaput bayi yang biasanya dibuang setelah proses persalinan. Padahal, membran amnion mengandung nutrisi, kolagen, dan unsur lainnya yang sangat berguna dalam proses penyembuhan luka dan regenerasi tulang.

“Kami menggunakan material alami yang berasal dari tubuh manusia, sehingga diharapkan memiliki tingkat kompatibilitas yang baik dan meminimalkan risiko penolakan oleh tubuh,” jelas Elly. Penggunaan bahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan dan terbuang ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah dalam pengobatan.

Tantangan dalam Proses Penelitian

Selama proses penelitian, Elly menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kesiapan dan ketersediaan sarana laboratorium. Penelitian tentang biomaterial membutuhkan fasilitas yang tidak hanya berasal dari satu laboratorium saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menekankan pentingnya membangun jejaring dengan berbagai laboratorium dan pusat riset. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengembangkan inovasi secara optimal dan efektif.

Rencana Pengembangan dan Komersialisasi

Agar hasil penelitiannya dapat berkembang, Elly berencana untuk mengembangkan inovasi ini melalui tahapan uji klinis. Setelah uji klinis selesai dan memenuhi standar yang ditentukan, produk ini dapat dikomersialisasikan melalui kerja sama dengan industri.

Langkah ini akan membantu memastikan bahwa inovasi yang diciptakan benar-benar layak digunakan dalam dunia medis dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan untuk Peneliti Muda

Elly juga memberikan pesan kepada para peneliti muda agar tetap semangat dan tidak pernah lelah melakukan penelitian. “Penelitian masih sangat terbuka bebas dan memiliki banyak peluang yang dapat dikembangkan demi memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan semangat dan komitmen yang kuat, diharapkan inovasi seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari solusi kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *