DPRD Nganjuk Dorong Pemkab Tingkatkan PAD, Ulum Basthomi Wujudkan Kemandirian Fiskal

DPRD Nganjuk Dorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

DPRD Kabupaten Nganjuk terus mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Ulum Basthomi, menekankan bahwa peningkatan PAD sangat penting dalam menghadapi perubahan kebijakan anggaran dari pemerintah pusat.

Salah satu alasan utama yang mendorong langkah ini adalah pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) yang dialami oleh Pemkab Nganjuk. Di tahun 2026, jumlah dana tersebut dipangkas sebesar Rp 275 miliar. Dugaan kuat bahwa pengurangan ini bisa berlanjut di tahun berikutnya semakin memperkuat kebutuhan untuk mencari sumber pendapatan baru dan optimalisasi sumber yang sudah ada.

Ulum Basthomi menyampaikan bahwa upaya intensifikasi PAD harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama antara lain pajak hotel dan restoran, dividen BUMD, serta sektor pariwisata. Selain itu, peningkatan iklim investasi juga menjadi salah satu prioritas untuk menarik minat para investor.

“Kami mendorong peningkatan PAD melalui intensifikasi,” ujar Ulum saat memberikan pernyataannya. Ia menegaskan bahwa inovasi di sektor pariwisata bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan lebih banyak acara atau event yang menarik, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini.

Selain itu, Ulum juga menyoroti pentingnya memperkuat pengawasan terhadap objek pajak. Dengan pengawasan yang ketat, risiko kebocoran pajak maupun retribusi dapat diminimalisir. Ini akan membantu menjaga kestabilan pendapatan daerah secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, Ulum menekankan bahwa semua upaya yang dilakukan harus tetap mempertimbangkan beban bagi masyarakat. Penyusunan kebijakan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kesulitan bagi warga setempat.

Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  • Meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak dan retribusi.
  • Mengoptimalkan potensi sektor pariwisata dengan berbagai program promosi.
  • Membuka peluang investasi yang lebih besar melalui kerja sama dengan pihak swasta.
  • Meningkatkan koordinasi antara instansi terkait untuk memastikan keberhasilan penerapan kebijakan.

Dengan komitmen bersama antara DPRD dan Pemkab Nganjuk, diharapkan Pendapatan Asli Daerah dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *