Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Swarna Bumi Jambi Rp 250 Milyar Gubenur Jambi Dilaporkan Ke KPK

 

 

 

 

BForumnusantaranews.com Jambi

 

Lembaga Amanah Rakyat (AMATIR) melaporkan dugaan Korupsi pada proyek pembangunan Stadion Swarna Bumi, Jambi ke KPK secara resmi melaporkan Gubenur Jambi Al Haris atas dugaan Korupsi ke komisi pemberantasan korupsi (KPK) dengan dugaan tindak pidana korupsi mega proyek yang menggunakan dana APBD Provinsi Jambi dengan anggaran sebesar Rp 250 Milyar.

 

Komisi pemberantasan korupsi (KPK) memastikan akan menindak lanjutin setiap aduan masyarakat yang berkaitan dengan dugaan Korupsi pembangunan Stadion Swarna Bumi Jambi, selanjutnya tim akan menganalisa apakah laporan tersebut termasuk dalam unsur dugaan tindak korupsi yang menjadi kewenangan KPK untuk diketahui bahwa pembangunan stadion Swarna Bumi, Jambi dibangun diatas lahan 49 Hektar di Kecamatan Pijoan Kabupaten Muaro Jambi dan memiliki posisi strategis karena dekat dengan jalan tol jalur utama Jambi Palembang.

 

Pembangunan Stadion Swarna Bumi Jambi yang menggunakan dana APBD Provinsi Jambi dengan pagu dana Rp. 250 Milyar yang dimenangkan oleh PT SCM dengan nilai kontrak Rp. 244.997.582.000 Milyar dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 690 hari namun sampai dengan tanggal serah terima pekerjaan pada tanggal 23 Januari 2025 terdapat dugaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan pada kontrak kerja yang berpotensi merugikan keuangan negara adapun beberapa krusial yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan proyek tersebut diantaranya ada kekurangan struktur seluas 16.800 meter persegi pada tribun penonton bagian Utara dan Selatan yang diperkirakan dugaan yang merugikan negara senilai Rp. 100 Milyar.

 

Hal itu membuat terjadinya tidak kesesuaian desain stadion dimana perencanaan awal stadion berbentuk bundar melingkar namun bangunan kini hanya berdiri pada sisi barat dan timur belum lagi desain yang awalnya berkapasitas untuk 20.000 penonton menyusut menjadi cuma 10.000 penonton tanpa penjelasan memadai.

 

Selain itu (Amatir) juga melaporkan adanya dugaan pekerjaan Fiktif berupa jalur jalan untuk kursi roda tahun anggaran 2025 dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 4,4 Milyar oleh karena itu Nando Pasaribu sebagai ketua umum Amanah Takyat Indonesia (Amatir) mendesak KPK untuk memanggil dan memeriksa para pihak terkait yang ikut terlibat dalam proyek ratusan milyar tersebut.

 

Kini bangunan mega proyek Stadion Swarna Bumi Jambi yang di banggakan sebagai ikon olahraga di Jambi pemandangannya menyedikan.

 

Dari pantauan Forum Nusantara dilapangan pada tanggal 17/02/2026 lokasi tersebut sekarang sudah dikelilingi semak belukar dan masih dipagari seng yang tertutup rapat, warga hanya diperbolehkan melihat dari luar saja tanpa tau sampai kapan warga Jambi bisa menikmati fasilitas ini, dan berharap bisa dinikmati oleh atlet dan warga di Jambi.

 

“untuk sekarang kami warga hanya bisa melihat dari luar saja dan tidak boleh masuk kedalam stadion” ujar salah satu warga yang tinggal disekitar stadion kepada Forum Nusantara.

 

Pertanyaan besar kemana arah sebenarnya stadion ini apakah murni stadion sepak bola sport center atau proyek mercusuar yang hanya menghabis-habiskan uang rakyat dan yang lebih lucunya lagi ketika Forum Nusantara meninjau lokasi untuk memastikan kondisi keadaan proyek sekarang ini, kami dihadang oleh seseorang yang menjaga pintu stadion yang mengatasnamakan pemuda setempat dan mereka melarang kami masuk dan mengambil foto dari dalam stadion, ketika forum nusantara menanyakan kenapa ada larangan seperti ini mereka yang mengatas namakan pemuda setempat “kalian harus izin dulu kalau mau masuk rumah orang sama dinas PU istilahnya Asalamualaikum dulu ke dinas pekerjaan umum (PU)” tegas salah satu penjaga pintu stadion yang mengatasnamakan warga setempat sambil menutup pintu pagar seng tersebut.

Aneh dan agak brutal si. Ini bangunan milik rakyat provinsi Jambi bukan kepunyakan intansi pemerintah.

 

Dinas pekerjaan umum (PU) hanyalah perpanjangan tangan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan setelah pembangunan selesai akan diserah terimakan pengguna nya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga .

 

Atas kejadian ini Forum Nusantara langsung kekantor dinas pekerjaan umum provinsi Jambi untuk konfirmasi kepada kepala dinas PU provinsi Jambi namun staf nya mengatakan bahwa bapak sedang tidak ada di tempat (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *