Dugaan Selingkuh Pengaruhi Karier, Inara Rusli Minta Maaf dan Waktu Sendiri

Karier Inara Rusli Terancam Akibat Isu Perselingkuhan

Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Inara Rusli kini mulai memengaruhi karier dan aktivitas profesionalnya. Isu tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap hubungan kerja antara Inara dengan berbagai pihak, termasuk brand dan klien yang sebelumnya bekerja sama dengannya.

Menurut informasi yang diungkap oleh manajer Inara, Karina Putri, isu ini telah menyebabkan beberapa kegiatan dan jadwal yang sudah direncanakan menjadi tidak berjalan sesuai rencana. Hal ini juga membuat sejumlah klien mulai meragukan situasi yang sebenarnya, sehingga mereka menghubungi manajemen untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Ya, pastinya ada dampaknya. Dan rata-rata mereka bertanya, seperti ‘Ini klarifikasinya seperti apa?’” ujar Karina saat diwawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Di tengah situasi yang penuh tekanan, Inara Rusli menyampaikan permintaan maaf kepada pihak manajemen. Namun, Karina menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut bukan merupakan pengakuan atas isu yang beredar, melainkan ekspresi rasa bersalah karena pekerjaan yang terganggu.

“Inara minta maaf karena ada berita ini. Bukan membenarkan atau tidak, itu bukan. Jadi dia minta maaf karena iya jadi seperti ini, jadi mengganggu pekerjaan dan lain-lain,” tambah Karina.

Karina juga menjelaskan bahwa Inara merasa tidak enak hati karena kasus ini memengaruhi tim yang bekerja dengannya serta para klien yang sudah menjalin kontrak. Dalam kondisi mental yang disebut tidak stabil, Inara akhirnya memutuskan untuk mengambil jeda dari seluruh aktivitas pekerjaannya.

Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menenangkan diri dan menghindari kesalahpahaman baru di tengah proses hukum yang masih berjalan. “Ini akhirnya dia break dulu. Break dulu. Untuk saat ini break dulu. Terus memang bukan, bukan gak mau ketemu teman-teman media juga karena memang ini baru banget,” jelas Karina.

Menurut manajemen, fokus utama Inara saat ini adalah menenangkan diri sebelum kembali ke publik. Karina memahami bahwa kasus ini membutuhkan waktu, dan memberikan ruang bagi Inara adalah langkah yang paling tepat sementara ini.

Untuk meminimalisir dampak kerugian, manajemen memberi tenggat waktu kepada Inara untuk memberikan penjelasan resmi. Deadline tersebut ditetapkan untuk menjaga hubungan baik dengan para klien dan memastikan bahwa pekerjaan tetap berjalan secara profesional.

“Mungkin dalam 2-3 hari kali. Karena kan memang kita gak bisa nunda juga, ya. Namanya kerjaan kan kayak ada project yang harus cepat keluar, ya berarti kan kami juga harus bertanggung jawab kan,” tutup Karina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *