Dwi Hartono, Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Bank BUMN, Pernah Maju sebagai Calon Bupati Pemalang
Dwi Hartono, tersangka utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta (37), yang merupakan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN, ternyata pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati di Kabupaten Pemalang dalam Pilkada 2024. Informasi ini muncul setelah pria yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar ini ditangkap oleh aparat kepolisian.
Pencalonan Sebagai Calon Bupati Pemalang
Dwi Hartono mengambil formulir pencalonan di kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemalang pada tanggal 8 Mei 2024. Ia menjadi salah satu dari lima orang yang mengajukan diri sebagai calon bupati di partai tersebut. Saat itu, ia menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam membangun Pemalang, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Namun, Dwi tidak lolos dalam proses penjaringan internal partai. PKB akhirnya menetapkan Vicky Prasetyo, seorang artis, sebagai calon bupati yang akan diusung dalam Pilkada 2024. Meski demikian, upaya Dwi Hartono untuk maju sebagai calon bupati tetap menjadi sorotan, terlebih setelah diketahui bahwa ia terlibat dalam kasus pembunuhan yang sangat mengerikan.
Penangkapan dan Peran dalam Kasus Pembunuhan
Dwi Hartono ditangkap oleh Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025). Ia disebut sebagai otak dari tindakan penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta. Keberadaannya sebagai pengusaha bimbingan belajar juga telah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Menurutnya, penyidik mengetahui bahwa Dwi Hartono adalah seorang pengusaha, bukan motivator seperti yang sempat disebutkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Dwi memiliki latar belakang bisnis yang kuat, meskipun kini tengah menghadapi tuduhan serius.
Kronologi Pembunuhan Ilham Pradipta
Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelumnya, ia diculik dari area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa korban disergap oleh beberapa pria saat hendak membuka pintu mobilnya. Para pelaku muncul dari mobil putih yang terparkir di samping kendaraan korban. Ilham sempat melawan, namun akhirnya dipaksa masuk ke mobil tersebut dan dibawa kabur.
Polisi berhasil menangkap delapan orang dalam kasus ini. Tiga pelaku berinisial AT, RS, dan RAH ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Di hari yang sama, EW ditangkap di Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur. Mereka diduga sebagai eksekutor penculikan.
Empat pelaku lain yang diduga sebagai aktor intelektual ditangkap di lokasi berbeda. Selain Dwi Hartono (DH), dua pelaku lain berinisial YJ dan AA ditangkap di Solo, sementara satu pelaku berinisial C diringkus di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Minggu (24/8/2025).
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan peran masing-masing pelaku dalam kasus yang menggemparkan publik ini. Kasus ini menunjukkan kompleksitas tindakan kriminal yang melibatkan banyak pihak, termasuk para pelaku eksekusi maupun otak dari tindakan tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat luas, tetapi juga menjadi tantangan bagi aparat kepolisian dalam menuntaskan kasus dengan cepat dan transparan. Dwi Hartono, yang sebelumnya berupaya untuk maju dalam Pilkada Pemalang, kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya.
Tinggalkan Balasan