East Ventures Umumkan 9 Finalis Kompetisi Inovasi Dampak Iklim 2025

Inovasi Iklim Berkontribusi pada Solusi Lingkungan

East Ventures dan Temasek Foundation mengumumkan sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2025 yang akan berperan dalam mencari solusi iklim. Beberapa startup asal Indonesia, seperti Rekosistem dan Moosa Genetics, masuk ke dalam daftar finalis CIIC 2025. Kompetisi ini diinisiasi oleh perusahaan venture capital East Ventures dan organisasi non-profit filantropi Temasek Foundation.

Fokus pada Tiga Trek Utama

CIIC tahun ini fokus pada tiga trek utama, yaitu Transisi Energi, Pertanian Berkelanjutan, dan Ekonomi Sirkular. Lebih dari 500 pendaftar dari 50 negara turut serta dalam kompetisi ini. Setelah melalui proses evaluasi mendalam oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan 12 anggota panel penyeleksi yang terdiri dari para ahli di bidangnya, akhirnya diperoleh sembilan finalis.

Avina Sugiarto, Partner East Ventures, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dedikasi untuk menciptakan dampak bermakna dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya dalam menemukan solusi untuk mengatasi tantangan iklim di Indonesia.

Daftar Finalis CIIC 2025

Berikut adalah sembilan finalis CIIC 2025 berdasarkan tiga trek:

Trek Transisi Energi

  • Aslan Renewables: Startup Kanada yang membangun pembangkit listrik tenaga air modular tanpa bendungan atau waduk besar, menghasilkan listrik berbiaya rendah dengan efisiensi hingga 86%.
  • Incy Tech: Startup Singapura yang membangun perangkat energi terbarukan terapung modular yang menghasilkan energi tiga kali lebih banyak daripada panel surya tradisional dengan sepertiga biaya.
  • Rekosistem: Startup Indonesia yang mengubah sampah menjadi energi terbarukan sebagai alternatif kompetitif untuk bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi volume sampah residensial hingga 85%.

Trek Pertanian Berkelanjutan

  • Arukah Capital: Startup Singapura yang menghasilkan energi bersih dan bioproduk dari limbah pertanian, sambil memberikan 50% pendapatan karbon kepada petani kecil.
  • Gokomodo: Startup Indonesia yang meningkatkan hasil panen jagung petani kecil hingga tiga kali lipat, sekaligus mengurangi emisi pertanian hingga 40%, melalui agronomi yang cerdas dan pemantauan digital.
  • Moosa Genetics: Startup Indonesia yang menggunakan teknologi reproduksi canggih untuk menggandakan produksi susu dari peternakan sapi, dengan pengurangan emisi metana.

Trek Ekonomi Sirkular

  • Maritime Nusantara Lestari Foundation: Yayasan Indonesia yang mengubah limbah akuakultur menjadi protein, kitin, dan mineral bernilai lebih tinggi, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
  • Midwest Composites Sdn Bhd: Perusahaan Malaysia yang mengubah serat alami dan limbah pertanian menjadi komposit serat alami yang dapat mengurangi emisi CO2 hingga 75% dan 5x lebih murah daripada alternatif lainnya.
  • SXD AI: Startup Amerika Serikat (AS) yang merancang dan mengembangkan bahan tekstil tanpa limbah, menghasilkan penghematan bahan 10x lipat, pengurangan emisi CO2 sebesar 80%, dan penghematan biaya hingga 55%.

Pelatihan dan Hadiah untuk Finalis

Para finalis akan mendapat bimbingan berupa mentorship di bidang kemitraan, strategi go-to-market, rencana pemasaran dan komersialisasi, serta keterampilan public speaking. Total hadiah senilai Rp10 miliar beserta berbagai fasilitas eksklusif untuk pertumbuhan bisnis akan diperebutkan para finalis.

Presentasi final (pitch) akan dilaksanakan pada Grand Finale Climate Impact Innovations Challenge 2025 pada 10-11 Oktober mendatang. Agenda final tersebut merupakan bagian dari Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center. Pendaftaran untuk menjadi peserta forum tersebut dapat diakses melalui indonesiasustainabilityforum.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *