PIKIRAN RAKYAT SULTENG
– Pengadilan di Madrid telah menghukum penjara yang ditangguhkan terhadap empat individu setelah mereka dinyatakan bersalah atas kejahatan kebencian.
Kasus ini terkait dengan insiden pelecehan yang menargetkan penyerang Real Madrid,
Vinicius Jr
, demikian konfirmasi dari LaLiga Spanyol pada Senin (16/6).
Putusan ini menjadi langkah penting dalam upaya memerangi rasisme di dunia sepak bola.
Insiden Patung dan Spanduk Provokatif Januari 2023
Empat terpidana tersebut terlibat dalam aksi menggantung spanduk bertuliskan “Madrid membenci Real” dan patung hitam tiup yang mengenakan replika kaus No. 20 milik Vinicius Jr di sebuah jembatan. Insiden tersebut terjadi sebelum pertandingan Copa del Rey antara Real Madrid dan Atletico Madrid pada Januari 2023. Aksi provokatif ini sontak menimbulkan kecaman luas dari berbagai pihak.
Menurut putusan pengadilan, salah satu terdakwa dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena kejahatan kebencian dan tambahan tujuh bulan karena membuat ancaman, setelah ia juga mendistribusikan gambar aksi tersebut secara daring.
Tiga terdakwa lainnya masing-masing dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara karena kejahatan kebencian dan tujuh bulan karena ancaman.
Namun, para terpidana ini tidak akan menjalani hukuman penjara secara langsung. Hal ini dikarenakan keempatnya telah menandatangani surat permintaan maaf resmi kepada Vinicius Jr, Real Madrid, LaLiga, dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Sanksi Tambahan dan Komitmen Anti-Rasisme
Selain hukuman penjara yang ditangguhkan, para terdakwa juga menerima sanksi tambahan. “Terdakwa yang memposting video secara daring menerima diskualifikasi khusus dari bekerja di bidang pendidikan, olahraga, atau pengaturan pemuda rekreasi selama empat tahun dan tiga bulan, sementara yang lain menerima tiga tahun dan tujuh bulan,” kata LaLiga dalam sebuah pernyataan resmi.
Terdakwa pertama juga didenda 1.084 euro (sekitar $1.250), dan tiga lainnya masing-masing didenda 720 euro. Hukuman tambahan lainnya termasuk perintah penahanan sejauh 1.000 meter dari Vinicius Jr, rumah dan tempat kerjanya, serta larangan mendekati stadion sepak bola selama pertandingan LaLiga atau RFEF.
Mereka semua juga akan diwajibkan untuk berpartisipasi dalam program pendidikan tentang perlakuan yang sama dan non-diskriminasi agar hukuman penjara yang ditangguhkan dapat dipertahankan.
Real Madrid menyatakan bahwa saat ini sudah ada 14 orang yang dihukum secara pidana karena serangan rasis terhadap pemain mereka, dan klub akan terus bekerja tanpa henti untuk memberantas rasisme dari olahraga.
“Penghukuman pidana ini menambah beberapa lainnya yang telah dijatuhkan dalam beberapa bulan terakhir untuk pelecehan rasis yang ditujukan kepada pemain Real Madrid di stadion Zorrilla (Valladolid), Mestalla (Valencia), Son Moix (Palma de Mallorca), dan Vallecas (Madrid), serta di platform online,” kata Real dalam pernyataan mereka.
Vinicius Jr (24) memang telah menjadi sasaran pelecehan rasial dalam beberapa kesempatan di Spanyol.
Dia sendiri tahun lalu, setelah menempati posisi kedua dalam pemungutan suara untuk Ballon d’Or, menyatakan bahwa ia akan terus melawan rasisme meskipun aktivismenya tersebut yang menyebabkan ia tidak memenangkan penghargaan individu bergengsi tersebut. Putusan pengadilan ini menjadi langkah konkret dalam perjuangan melawan rasisme dalam sepak bola.***
Tinggalkan Balasan