Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan Masih Menyisakan Tanda Tanya
Kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di tangan anak kandungnya sendiri di Medan masih menjadi perhatian besar dari masyarakat. Tragedi ini melibatkan seorang bocah perempuan berusia 12 tahun yang diduga melakukan aksi tersebut saat korban sedang tertidur. Peristiwa memilukan ini telah memicu banyak pertanyaan dan kecurigaan terhadap motif serta kejadian yang sebenarnya.
Penyelidikan Polisi Terhadap Kondisi Kejiwaan Pelaku
Polisi masih dalam proses penyelidikan terkait kondisi kejiwaan pelaku, yaitu SAS (12). Untuk memastikan kondisi psikologis anak tersebut, pihak kepolisian mengadakan observasi psikologi forensik selama dua hari. Hal ini dilakukan untuk memahami latar belakang dan motivasi di balik kejadian tersebut.
“Masih kami observasi psikologi forensik. Sudah dua hari kami lakukan observasi,” ujar Kanit PPA Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina. Observasi ini juga bertujuan untuk memastikan apakah pelaku benar-benar bertindak sendiri atau ada faktor lain yang memengaruhi tindakannya.
Pelaku Masih Dalam Proses Pendidikan Sekolah Dasar
Dalam penjelasan yang diberikan, Iptu Dearma juga memperbaiki informasi awal yang sempat beredar. Sebelumnya, pelaku disebut sebagai siswi SMP, namun hasil penelusuran polisi menunjukkan bahwa pelaku masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar. Ini menunjukkan usia pelaku yang sangat muda dan memperkuat kecurigaan masyarakat terhadap kemungkinan adanya pengaruh luar atau tindakan orang lain.
Pemeriksaan Terhadap Keluarga Pelaku
Selain memeriksa pelaku, polisi juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ayah dan kakak kandung pelaku. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan tidak adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Meskipun pelaku telah mengakui tindakannya, polisi tetap memastikan bahwa semua fakta yang relevan telah dikumpulkan.
Kronologi Singkat Peristiwa Maut
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Faizah Soraya ditemukan meninggal dunia di kamar tidurnya dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Petugas dari Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal bersama Tim Inafis Polrestabes Medan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam jenis pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Kecurigaan Keluarga Korban
Di tengah proses hukum yang berlangsung, muncul klaim dari pihak keluarga korban. Mereka tidak sepenuhnya percaya bahwa pembunuhan dilakukan oleh anak berusia 12 tahun tersebut. Mereka merasa alasan motif yang beredar tidak masuk akal.
Melalui komentar di media sosial, keluarga korban menyampaikan pernyataan panjang. Mereka menilai bahwa ada kemungkinan keterlibatan suami korban dalam kejadian ini. Mereka juga menyoroti bahwa sebelum kejadian, suami korban diduga selingkuh dan sudah minta cerai, namun istri menolak. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ada faktor lain yang mendorong kejadian tersebut.
Penyelidikan Masih Berjalan
Hingga kini, Polrestabes Medan masih terus mendalami kasus ini. Polisi berupaya mengungkap kebenaran secara utuh, termasuk memastikan siapa pelaku utama dan apakah terdapat keterlibatan pihak lain dalam tragedi yang merenggut nyawa seorang ibu oleh darah dagingnya sendiri. Proses penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban yang jelas bagi masyarakat dan keluarga korban.
Tinggalkan Balasan