Gempa Kembali Terjadi di Bekasi, Data BMKG Ini!

Gempa Tektonik Magnitudo 2,7 Terjadi di Kabupaten Bekasi

Pada Senin pagi ini, 26 Januari 2026, terjadi gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 2,7 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gempa tersebut berada di darat dan berpotensi menimbulkan guncangan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Lokasi dan Kedalaman Sumber Gempa

Menurut informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 6,38 derajat lintang selatan dan 107,17 derajat bujur timur. “Lokasinya berada di darat, sejauh 2 kilometer arah selatan dari pusat Kabupaten Bekasi,” ujar Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto dalam keterangan tertulis.

Gempa tersebut termasuk dalam kategori dangkal karena kedalamannya hanya 7 kilometer. Menurut penjelasan Hartanto, gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Hal ini menjadi faktor utama dalam terjadinya gempa bumi di wilayah tersebut.

Dampak yang Dirasakan Warga

Dampak dari gempa ini dirasakan oleh warga di daerah Cikarang dan Karawang dengan intensitas skala II-III MMI. Pada skala ini, getaran terasa mulai oleh beberapa orang saja dan membuat benda-benda yang digantung bergoyang. Di dalam rumah, getaran terasa seperti ada truk yang melintas.

Sampai saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 09:00 WIB, tidak ditemukan adanya aktivitas gempa susulan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sejarah Gempa di Bekasi

Sebelumnya, gempa cukup kuat juga pernah terjadi di Bekasi. Pada tanggal 20 Agustus 2025, gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi tepatnya pada pukul 19.54 WIB. Pusat gempa berada di darat, sejauh 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi.

Kedalaman sumber gempa pada waktu itu adalah 10 kilometer. BMKG menyatakan bahwa jenis gempa bumi ini adalah dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).

Dampak Kerusakan yang Terjadi

Dampak guncangan terkuat dari gempa sebelumnya mencapai skala III-IV MMI, khususnya di wilayah Bekasi. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk yang melintas, dan dirasakan oleh banyak orang di dalam maupun di luar rumah. Gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding terdengar berbunyi.

Dampak kerusakan terparah terjadi di wilayah selatan Karawang. Meski demikian, kondisi tersebut tidak terjadi pada gempa yang terjadi pada 26 Januari 2026, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

Kesimpulan

Meskipun gempa magnitudo 2,7 yang terjadi di Kabupaten Bekasi tidak menimbulkan kerusakan signifikan, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Dengan penjelasan yang jelas dan data yang akurat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi gempa bumi yang mungkin terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *