Foto : Banjir di wilayah Munjul jalan Ipik Gandamana, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Forumnusantaranews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta yang dipimpin Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, memang fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan irigasi bahkan gencar dilakukan.
Namun, banjir masih saja menjadi masalah serius, pertanyaan nya, kenapa banjir makin parah dan itu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.
Meskipun beberapa proyek pembangunan, baik jalan maupun irigasi sudah dikerjakan oleh Pemkab Purwakarta, seperti jalan SMPN 5 yang menghubungkan Munjul jaya hingga Ciseureuh dan juga jalan KK Singawinata arah situ buleud menuju pasar rebo dan wilayah lainnya, banjir tetapi saja terjadi bahkan tambah parah.
Tarman Sanjaya, Ketua Aspirasi Masyarakat Purwakarta (Amarta) ikut menyoroti banjir yang terjadi di Purwakarta, ia mengatakan, banjir yang terjadi disebabkan karena drainase yang tadinya difungsikan untuk saluran air disulap menjadi taman dan trotoar.
Foto : Banjir di wilayah situ buled jalan KK Singawinata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
“Kenapa perkotaan banyak persoalan yang timbul banjir, terutama di jalur jalan raya, hal ini akibat ambisi purwakarta ingin istimewa, hingga fungsi drainase di rubah jadi taman dan trotoar agar terlihat indah, dan fungsi drainasenya di matikan. Sebagi contoh , jalan perkotaan sekelilingnya, dan dari sadang sampai kopo, Itu fungsi drainase mati,”kata Tarman, senin 29 Desember 2025.
Dirinya juga menyampaikan kepada Pemkab Purwakarta agar drainase dikembalikan sebagaimana fungsinya, “Solusinya harus dikembalikan semula, drainase di bangun kembali atau yang masih layak difungsikan hingga air mengalir tidak di sepanjang jalan,”ucapnya.
Seperti diketahui, curah hujan yang tinggi mengakibatkan genangan air di Purwakarta diantaranya sekitaran munjul, situ buled, pasar Jumat sampai setinggi betis dan lutut orang dewasa.
Tinggalkan Balasan