Laporan wartawan mediaawas.com, Jaenal Abidin
mediaawas.com, KOTA TASIKMALAYA
– Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara angkat bicara soal kejadian yang menimpa seorang remaja yang diduga akibat ulah geng motor hingga mengalami luka serius.
Namun dalam pernyataannya, Diky tidak sedikit pun menyinggung soal bakal adanya kebijakan mengirim “remaja nakal” ke barak militer seperti yang digaungkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui peristiwa seorang remaja usia 16 tahun yang diduga dihadang geng motor itu terjadi di Jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya, pada Senin (16/6/2025) dinihari lalu.
Korban bernama AL (16) asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mengalami luka di kepala dan saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif di RS TMC Kota Tasikmalaya.
Awalnya korban bersama rekannya R (16) hendak nongkrong di pusat Kota Tasikmalaya, namun di tengah jalan ada pemotor lain dari arah berlawanan yang melakukan aksi pelemparan menggunakan benda tumpul, hingga keduanya terjatuh.
Bahkan polisi juga sudah melakukan olah TKP dengan menghadirkan saksi yang selamat untuk memberikan keterangan seputar kejadian yang menimpanya.
Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Diky Candra Negara, hanya akan meminta FGD (forum group discussion) untuk menggelar pembahasan terkait maraknya geng motor di wilayah Kota Tasikmalaya.
Berikut beberapa tahapan yang akan dilakukan Pemkot Tasikmalaya untuk meminimalisir kejadian terulang kembali.
“Setidaknya ada 3 tahapan yang harus dijalankan, pertama antisipasi dini yaitu penguatan rumah tangga, parenting, peran ibu sebagai madrasah ilmu,” ucap Diky.
Kedua yakni mengantisipasi kejadian terulang secara menengah dengan menjalankan surat edaran Gubernur Jabar terkait jam malam.
In addition to that, he also wants to increase positive activities such as arts and sports, as well as improve public facilities.
“Untuk mengantisipasi di hilir, mempersempit alur minuman keras sebagai sumber utama kriminalitas, jam malam kepolisian, Satpol PP dan ulama,” jelasnya.
Tahap-tahap ini akan diterapkan oleh Pemkot Tasikmalaya sebagai usaha untuk meminimalisir kejadian kriminalitas di jalanan.
Diky berharap tahapan ini bisa dilaksanakan agar ada usaha jangka pendek dengan melakukan tahapan tersebut.
“Untuk antisipasi lain yakni penambahan CCTV dan ini harus ada realisasi biaya operasional satgas premanisme dan satgas jam malam. Tapi yang utama soal miras harus ekstra dipantau karena kerap menjadi pemicu,” katanya. (*)
Tinggalkan Balasan