ForumNusantaranews.com Yogyakarta — Di sisi timur Alun-Alun Utara, berdiri megah Plengkung Wijilan, salah satu gerbang bersejarah peninggalan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Plengkung ini menjadi penghubung antara kehidupan tradisi dan geliat wisata modern yang terus berkembang di jantung kota budaya ini.
Secara historis, plengkung berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan Keraton Yogyakarta. Nama “Wijilan” sendiri berasal dari kata wijil yang berarti “keluar”, menandakan gerbang ini sebagai jalur keluar-masuk utama dari arah timur. Kini, kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana khas Jogja di malam hari.
Tak jauh dari gerbang, aroma khas gudeg menggoda selera. Di sinilah berdiri deretan warung legendaris seperti Gudeg Bu Lies, Gudeg Yu Djum, dan berbagai toko oleh-oleh bakpia. Para wisatawan dapat mencicipi cita rasa manis gurih yang telah menjadi identitas kuliner Yogyakarta selama puluhan tahun.
Saat malam tiba, pendar lampu kuning di sekitar plengkung menciptakan nuansa hangat dan klasik, seakan membawa setiap pengunjung kembali ke masa lalu. Antara sejarah, tradisi, dan wisata kuliner — Plengkung Wijilan menjadi potret sempurna wajah Yogyakarta yang tak lekang oleh waktu.(*)
Tinggalkan Balasan