Kritik terhadap Penegakan Hukum di Ngada
Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, GMNI Cabang Ngada mengungkapkan kekecewaan terhadap lambannya penegakan hukum di daerah, khususnya dari pihak Kejaksaan Negeri Ngada. Organisasi mahasiswa ini menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi belum menunjukkan keberanian yang cukup dan transparansi yang diperlukan.
Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Sekadar Kampanye
Ketua GMNI Ngada, Bonaventura Goan, menyatakan bahwa masyarakat masih belum melihat tindakan nyata dari lembaga kejaksaan dalam mengusut kasus-kasus dugaan korupsi. Ia menekankan bahwa retorika tanpa aksi akan berdampak pada meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Rakyat tidak hidup dari slogan, rakyat hidup dari kepastian keadilan. Pemberantasan korupsi tidak boleh sekadar kampanye tahunan, tetapi harus terlihat dalam proses hukum yang berani, transparan, dan tanpa tebang pilih,” ujarnya.
Transparansi dan Akuntabilitas Diperlukan
GMNI Ngada menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum. Proses pengusutan harus dilakukan secara cepat dan bebas dari praktik tebang pilih atau pragmatis. Mereka menilai bahwa jika proses tersebut mandek di tengah jalan, maka masyarakat akan merasa dibiarkan dalam ketidakpastian.
Kejaksaan Negeri Ngada diminta untuk menunjukkan keseriusan melalui langkah nyata, bukan hanya seremoni atau publikasi sesaat yang tidak diikuti tindakan lanjutan.
Partisipasi Publik dan Informasi Terbuka
Organisasi mahasiswa ini juga menyoroti pentingnya partisipasi publik dan keterbukaan informasi terkait perkembangan pengusutan kasus korupsi. Tanpa adanya komunikasi yang jelas, masyarakat bisa merasa dikecewakan dan tidak percaya lagi pada sistem hukum.
“Jika Kejaksaan Negeri Ngada serius, rakyat akan berdiri bersama. Tetapi jika hanya bermain aman, jangan salahkan rakyat yang kehilangan kepercayaan,” tambah Bonaventura.
Komitmen untuk Menegakkan Keadilan
GMNI Ngada menegaskan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan keberanian moral dan politik serta komitmen untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, menurut mereka, harus menjadi titik balik bagi penegakan hukum yang lebih tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Tindakan Berkelanjutan dan Suara Kritis
Organisasi ini menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu korupsi di daerah secara berkelanjutan. Mereka berkomitmen menjaga suara kritis agar hukum benar-benar berdiri di pihak rakyat, bukan di bawah bayang-bayang kekuasaan.
Langkah Nyata yang Diharapkan
GMNI Ngada berharap Kejaksaan Negeri Ngada dapat segera mengambil langkah-langkah nyata dalam memberantas korupsi. Hal ini tidak hanya akan memperbaiki citra institusi, tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum yang adil dan transparan.
Tinggalkan Balasan