TERAS GORONTALO –
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengundang Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) untuk berpartisipasi aktif dalam penyelamatan danau Limboto yang kondisinya semakin memprihatinkan akibat sedimentasi dan penurunan kualitas lingkungan.
Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama perwakilan JICA dan Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Gorontalo.
Gusnar Ismail menyoroti upaya penyelamatan danau limboto yang selama 20 tahun lebih belum menunjukkan hasil signifikan.
“Kita sudah bicara soal danau limboto selama 20 tahun lebih, tapi sampai hari ini belum ada kemajuan yang berarti. Saya harap JICA bisa menjadi mitra strategis untuk mengubah kondisi ini,” katanya.
Gubernur Gorontalo berharap danau limboto dapat direvitalisasi seperti Danau Biwa di Jepang.
Dia meminta tiga fokus utama kepada JICA: penanganan sedimentasi, pemanfaatan danau sebagai objek wisata dan konservasi, serta pengembangan sektor perikanan air tawar berkelanjutan.
“Jika Jepang bisa, kita juga harus bisa. Tapi kita membutuhkan ilmu, teknologi, dan kolaborasi. Fokus saja dulu pada tiga hal ini. Jika kita bisa mencapainya, saya yakin danau Limboto bisa kita selamatkan,” harapnya.
Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menyambut positif komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ia menekankan pentingnya pendekatan lingkungan dalam rencana kolaborasi.
Pemulihan danau Limboto tidak dapat dilepaskan dari konteks perubahan iklim.
JICA berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyusun strategi pemulihan dan pengelolaan danau yang komprehensif.
“Ini adalah persoalan serius, tapi sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan danau yang berkelanjutan. Kami ingin berdiskusi lebih lanjut dan menyusun langkah konkret bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Takeda Sachiko.
Kerja sama antara JICA dan Pemerintah Provinsi Gorontalo diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif untuk menyelamatkan danau Limboto dan mewujudkan manajemen danau yang berkelanjutan.
***
Tinggalkan Balasan