Perayaan Haul Agung Sunan Ampel di Surabaya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi, hadir dalam perayaan Haul Agung ke-549 Sunan Ampel yang berlangsung di kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya pada malam Jumat (6/2). Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah hadir bersama cucunya, Aisyah Nabila atau Aila. Ia tampak khusyuk dalam memanjatkan doa, dzikir, dan tahlil di depan pusara Sunan Ampel. Acara ini turut dihadiri oleh ribuan jemaah dan peziarah lainnya yang hadir untuk merayakan momen istimewa ini.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh peserta yang hadir untuk meneladani nilai-nilai kesantunan, akhlakul karimah, serta tata krama yang menjadi ciri khas ajaran Sunan Ampel. Ia menyampaikan rasa syukur atas anugerah dari Allah SWT berupa lima dari sembilan Wali Songo yang ada di Jawa Timur. Menurutnya, para Waliyullah ini memberikan arahan penting dalam menjalankan ibadah seperti membaca Sholawat, berdzikir, dan juga menjaga akhlak.
“Sunan Ampel mengajarkan kita tentang kesantunan, akhlak yang baik, serta tata krama yang menjadi pedoman hidup kita,” ujarnya.
Sunan Ampel, dikenal juga dengan nama Raden Rahmat Sayyid Ali Rahmatullah, adalah salah satu dari Wali Sembilan yang memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa, khususnya di Jawa Timur. Nilai utama yang diajarkan oleh Sunan Ampel adalah Islam yang berakhlak, damai, dan menyejukkan. Prinsip falsafah ajaran moral Moh Limo Sunan Ampel mencakup lima hal yang harus dihindari, yaitu:
- Moh main: tidak mau berjudi
- Moh ngombe: tidak mau minum minuman keras/mabuk
- Moh maling: tidak mau mencuri
- Moh madat: tidak mau mengkonsumsi candu/narkoba
- Moh madon: tidak mau berzina
Menurut Gubernur Jatim, ajaran ini menegaskan bahwa dakwah Islam tidak hanya berkaitan dengan ritual ibadah, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan tatanan sosial yang berkeadaban. Dengan demikian, acara Haul Agung ini menjadi momen penting untuk melakukan muhasabah diri dan meneladani akhlak para wali dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pemimpin, aparatur negara, maupun masyarakat umum.
“Mudah-mudahan langkah, pikiran, dan hati kita akan selalu sejalan dengan apa yang telah diteladankan oleh Sunan Ampel,” harap Gubernur Khofifah.
Di akhir acara, ia juga memanjatkan doa agar semua peserta yang hadir mendapatkan keberkahan rezeki, ilmu, keluarga, dan anak-anak. Selain itu, ia berdoa agar Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan mendapatkan barokah.
Acara Haul Agung ke-549 Sunan Ampel turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indri Yani, Ibu Nyai Hj. Khomsatun, Ibu Syarifah Suud Ba’agil, Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah, serta para keluarga dari Sunan Ampel. Selain itu, hadir pula ratusan peziarah dari berbagai daerah di Jawa Timur yang ikut merayakan momen religius ini.
Tinggalkan Balasan