Peristiwa Guru Arogan yang Mengancam Murid dengan Tindakan Kekerasan
Di tengah suasana belajar yang seharusnya penuh kegembiraan dan rasa aman, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Lampung. Seorang guru wanita diduga melakukan tindakan arogan yang sangat tidak pantas, termasuk mengancam untuk mencekik seorang murid saat upacara bendera berlangsung.
Peristiwa ini terjadi ketika upacara bendera tidak dihadiri oleh seluruh guru. Diduga karena merasa tidak puas, guru tersebut memerintahkan peserta upacara untuk bubar. Dalam video yang viral di media sosial, ia terdengar berkata, “Kalau nggak (bubar), saya cekek ini anak-anak. Setiap hari senin nggak ada guru yang hadir, lapor ke Bupati, sekarang bubar.” Ucapan ini disampaikan dengan nada yang sangat keras dan menunjukkan sikap tidak sopan terhadap para siswa.
Tidak hanya mengancam, guru tersebut juga mendekati seorang murid dan menunjukkan gestur akan mencekik. Namun, tindakan itu segera dicegah oleh guru lain yang hadir. Akibat dari ancaman ini, para murid menjadi sangat takut. Teriakan guru tersebut disambut dengan isak tangis dari siswa-siswa yang merasa kaget dan cemas.
Setelah itu, para murid langsung bergegas pulang ke kelas masing-masing. Beberapa guru lain mencoba memanggil murid tersebut kembali, namun tampaknya tidak ada yang berhasil menghentikan kepanikan yang sedang terjadi.
Selain itu, dalam video tersebut juga terlihat guru arogan tersebut berbicara santai dengan seorang guru laki-laki. Ia menjelaskan bahwa sebelum mengancam mencekik murid, ia telah memerintahkan semua orang untuk bubar. Respons dari guru laki-laki tersebut adalah, “Kasian bu,” yang kemudian dijawab oleh guru wanita tersebut dengan nada menantang, “Saya tahu kasian, kan saya sudah bilang bubar tadi. Sebelum saya bertindak saya sudah bilang bubar. Jangan ngomong kamu.”
Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari netizen. Banyak dari mereka menuntut agar guru tersebut segera dipecat dan diberikan sanksi hukum yang tegas. Salah satu komentar yang viral adalah dari akun @setiti**** yang menyatakan, “Pecat dan penjarakan untuk memberikan sanksi tegas dan efek jera agar kasus ini tak terulang lagi.”
Netizen lainnya juga menyampaikan pendapat serupa, menyebut tindakan guru tersebut sangat tidak manusiawi. Mereka menilai bahwa tindakan seperti ini tidak bisa diterima dalam dunia pendidikan. Seperti yang diungkapkan oleh akun @afrizalnurtrihart****, “sangat-sangat keterlaluan.”
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi sistem pendidikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh guru harus diatur dengan baik dan sesuai dengan etika serta norma yang berlaku. Keberadaan guru yang arogan dan tidak profesional dapat merusak lingkungan belajar yang sehat dan damai bagi para siswa.
Tinggalkan Balasan