Program Pengabdian Masyarakat FKIP Unpas Berfokus pada Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran
FKIP Universitas Pasundan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Dalam rangka Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2025, FKIP Unpas melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Pendampingan Guru dalam Pemanfaatan AI dan Multimedia Interaktif berbasis H5P Edpuzzle dengan Pendekatan Deep Learning” di SMP Negeri 2 Kota Bandung. Kegiatan ini dimulai pada 10 Juni 2025 dan akan berlangsung hingga 31 Desember 2025.
Kegiatan dipimpin oleh Acep Roni Hamdani, M.Pd., sebagai ketua pelaksana, didukung oleh tim dosen Dr. Taufiqulloh Dahlan, M.Pd. dan Dr. Dheni Harmaen, M.Sn., serta tim mahasiswa Adella Nur Annisa dan Razan Rafiqi. Dari pihak sekolah, dukungan penuh datang dari Kepala SMP Negeri 2 Kota Bandung, Widaningsih, M.Pd. bersama jajaran guru.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Pendidikan
Program ini tidak hanya sebatas kolaborasi antara kampus dan sekolah, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari pemerintah. Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan masuk dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan nomor kontrak 8144/LL4/2025 dan 029/UNPAS.R/G.1/VI/2025 tertanggal 16 Juni 2025.
Lima Tahapan Pendampingan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru
Agar lebih terstruktur, kegiatan PKM ini disusun dalam lima tahapan utama, yaitu:
- Sosialisasi – Guru diperkenalkan pada konsep pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan multimedia interaktif.
- Pelatihan – Pemberian materi teknis pemanfaatan aplikasi H5P dan Edpuzzle.
- Penerapan Teknologi – Guru mengintegrasikan teknologi tersebut langsung di kelas.
- Pendampingan – Tim dosen FKIP Unpas mendampingi guru dalam praktik agar sesuai kebutuhan.
- Keberlanjutan – Penguatan komitmen agar penggunaan teknologi ini terus berjalan dan berkembang.
Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital
Menurut Ketua tim pelaksana, Acep Roni Hamdani, M.Pd., program ini bertujuan memperkuat kompetensi guru menghadapi era digital. Ia menjelaskan bahwa guru saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi yang relevan. Dengan multimedia interaktif seperti H5P dan Edpuzzle, pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.
Anggota tim, Dr. Taufiqulloh Dahlan, M.Pd., menegaskan bahwa pendekatan deep learning mampu memperdalam kualitas pembelajaran. Menurutnya, bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi bagaimana siswa diajak berpikir kritis, kreatif, dan memiliki pemahaman mendalam melalui media pembelajaran modern.
Dr. Dheni Harmaen, M.Sn., menekankan pentingnya aspek estetika dalam pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa tampilan visual dan interaksi dalam media pembelajaran memegang peranan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, pihaknya juga menekankan aspek seni dan estetika dalam pelatihan.
Dukungan dari SMP Negeri 2 Kota Bandung
Kepala sekolah Widaningsih, M.Pd., menyambut baik program ini. Ia merasa bangga dan berterima kasih kepada FKIP Universitas Pasundan yang telah memilih SMP Negeri 2 Kota Bandung sebagai mitra. Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru di era digital, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan sesuai perkembangan zaman.
Menuju Transformasi Pendidikan di Bandung
Program PKM FKIP Unpas ini bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, melainkan bagian dari upaya transformasi pendidikan di Kota Bandung. Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah, diharapkan penggunaan AI dan multimedia interaktif dapat menjadi budaya baru dalam pembelajaran.
Lebih jauh, kegiatan ini juga bisa menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Bandung maupun Jawa Barat. Jika keberhasilan ini berlanjut, maka akan semakin banyak guru yang siap menghadapi tantangan pendidikan digital dan semakin banyak siswa yang merasakan manfaat pembelajaran kreatif dan interaktif.
Tinggalkan Balasan