Gus Yahya Klaim Banyak Pengurus PWNU Tidak Ingin Dirinya Dipecat: Mereka Kecewa Jika Ia Mundur

Kepemimpinan PBNU dan Persiapan Menghadapi Tantangan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau dikenal dengan Gus Yahya, menyampaikan bahwa sebagian besar pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di berbagai daerah di Indonesia tidak menginginkan dirinya mundur dari jabatan sebagai ketua umum. Pernyataan ini disampaikannya setelah menghadiri Rapat Koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia yang digelar secara tertutup di Hotel Navator, Surabaya, pada Sabtu malam hingga dini hari Minggu, 22–23 November 2025.

Gus Yahya menjelaskan bahwa para pengurus PWNU menunjukkan kekhawatiran terhadap kemungkinan mundurnya dirinya. Mereka merasa bahwa keputusan untuk memilihnya sebagai ketua umum telah dibuat dengan pertimbangan matang. Oleh karena itu, mereka akan merasa kecewa jika ia memutuskan untuk mundur.

“Saya tidak memiliki alasan sama sekali untuk mundur. Mereka khawatir saya mundur, tetapi saya justru ingin tetap bertahan,” ujarnya dalam sesi tersebut.

Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 20 perwakilan PWNU ini juga membahas situasi internal PBNU beberapa hari terakhir, khususnya terkait isu pemakzulan yang muncul akibat kehadiran Peter Berkowitz, seorang akademikus pro-zionis, dalam acara resmi PBNU. Gus Yahya memberikan penjelasan rinci tentang peristiwa yang terjadi dan menekankan bahwa semua pihak telah mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai situasi tersebut.

Langkah Konsolidasi PWNU

Setelah menerima penjelasan dari Gus Yahya, para Ketua PWNU sepakat untuk melakukan konsolidasi lanjutan secara mandiri. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam langkah-langkah yang akan diambil oleh PWNU-PWNU tersebut.

“Mereka diberi kesempatan untuk berkoordinasi antar PWNU agar bisa mencapai kesepakatan bersama dalam menyikapi situasi saat ini. Saya hanya memberi ruang bagi mereka untuk bekerja secara independen,” ujar Gus Yahya.

Ia menekankan bahwa NU bukan hanya dijalankan oleh elit PBNU, melainkan juga melibatkan peran penting dari kepemimpinan daerah. Menurutnya, ketika suatu masalah memiliki dampak nasional, maka peran dari tingkat daerah sangat penting dalam menentukan arah organisasi.

“Masalah ini memiliki potensi dampak nasional, sehingga PWNU memiliki hak untuk bertindak dan mencari solusi yang terbaik bagi NU,” tambahnya.

Pentingnya Penjelasan dan Pemahaman Bersama

Tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada para pengurus agar tidak salah bersikap akibat informasi yang tidak jelas atau bahkan fitnah. Gus Yahya menekankan bahwa tujuannya adalah memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang utuh dan tidak terpengaruh oleh rumor.

“Para pengurus PWNU ingin melakukan konsolidasi sendiri, dan saya hanya memberikan penjelasan agar mereka tidak terjebak dalam informasi yang tidak akurat,” ujarnya.

Optimisme Terhadap Masa Depan NU

Gus Yahya menunjukkan optimisme bahwa NU akan mampu melewati tantangan yang sedang dihadapi. Ia menilai bahwa sejarah panjang NU menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki kapasitas untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul.

“NU adalah organisasi besar dan tua yang sudah mengalami berbagai gelombang sepanjang sejarahnya. Saya yakin bahwa NU memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *