Tantangan dan Perkembangan Hubungan Dagang AS-Vietnam
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana untuk menghapus Vietnam dari daftar pembatasan akses teknologi canggih AS. Pernyataan ini disampaikan saat ia bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, di Gedung Putih. Pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama antara kedua pemimpin setelah To Lam hadir dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Trump.
Sinyal Baru dalam Negosiasi Tarif
Sebelumnya, AS dan Vietnam terlibat dalam negosiasi dagang yang panjang. Situasi ini semakin rumit setelah Mahkamah Agung AS menyatakan banyak tarif yang diberlakukan Trump sebagai ilegal. Pada April lalu, saat mengumumkan tarif ‘Liberation Day’, Vietnam tercatat sebagai salah satu negara dengan surplus perdagangan terbesar ketiga terhadap AS, setelah China dan Meksiko. Hal ini menjadikan Hanoi sebagai target utama dalam kebijakan tarif tersebut.
Namun, pada Juli, Vietnam berhasil mencapai kesepakatan dengan Washington untuk menurunkan tarif menjadi minimal 20 persen, dari sebelumnya lebih dari 40 persen. Kesepakatan ini dicapai dengan imbalan pembukaan pasar Vietnam bagi produk-produk AS, termasuk mobil. Meski Mahkamah Agung menyatakan banyak tarif impor Trump ilegal pada Jumat (20/2/2026), ia tetap menandatangani tarif global 10 persen terhadap seluruh negara.
Kontrak Besar untuk Maskapai Vietnam
Di tengah dinamika hubungan dagang, tiga maskapai Vietnam mengumumkan pembelian pesawat senilai hampir 37 miliar dolar AS melalui kontrak dengan perusahaan kedirgantaraan Amerika. Sun PhuQuoc Airways, maskapai baru, memesan 40 unit Boeing 787 Dreamliner, pesawat jarak jauh, dengan nilai estimasi total 22,5 miliar dolar AS. Sementara itu, maskapai nasional Vietnam Airlines meneken pesanan sekitar 50 unit Boeing 737-8 dengan nilai 8,1 miliar dolar AS.
Kesepakatan besar ini terjadi bersamaan dengan upaya kedua negara memperkuat hubungan ekonomi, termasuk pembahasan akses teknologi dan pengaturan tarif.
Penghapusan Vietnam dari Kontrol Ekspor Strategis
Daftar kontrol ekspor strategis AS membatasi akses sejumlah negara terhadap teknologi canggih Amerika. Janji Trump untuk menghapus Vietnam dari daftar tersebut dinilai sebagai langkah signifikan dalam hubungan bilateral. Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa hubungan antara AS dan Vietnam sedang mengalami peningkatan.
Pertemuan di Gedung Putih ini berlangsung setelah To Lam menghadiri forum Board of Peace, memperlihatkan intensitas komunikasi tingkat tinggi kedua negara. Di tengah ketidakpastian kebijakan tarif dan dinamika hukum di dalam negeri AS, keputusan mengenai status Vietnam dalam kontrol ekspor akan menjadi faktor penting dalam arah kerja sama teknologi dan perdagangan kedua negara ke depan.
Kedekatan Vietnam dengan AS
Vietnam, yang memiliki hubungan baik dengan AS, kini melakukan pembelian besar-besaran pesawat Boeing untuk tiga maskapainya. Keputusan ini menunjukkan komitmen Vietnam untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan AS. Dengan pembelian pesawat yang mencapai angka ratusan miliar dolar, Vietnam menunjukkan minat besar dalam kerja sama dengan perusahaan penerbangan Amerika.
Tinggalkan Balasan