Helwa Bachmid Mengungkap Rasa Sakit atas Pernyataan yang Menyakitkan
Helwa Bachmid, istri kedua dari Habib Bahar bin Smith, akhir-akhir ini menjadi sorotan setelah memberikan respons terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Fadlun Faisal Balghoits, istri pertama dari suaminya. Dalam pernyataannya, Helwa menegaskan bahwa tidak ada konflik antara dirinya dan Fadlun. Masalah utama yang dihadapinya adalah dengan Habib Bahar sendiri.
Menurut Helwa, ia merasa ditinggalkan dan tidak mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya. Hal ini membuatnya merasa sedih dan kecewa. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun gosip Lambe Turah di Instagram, Helwa tampak menangis terisak saat mengungkapkan perasaannya.
“Kenapa dia tega menyebutku kambing. Kan aku bukan binatang,” ujarnya dengan nada penuh kesedihan. Perkataan tersebut sangat menyentuh hati dan membuat banyak orang merasa prihatin.
Ibunda Helwa juga turut merasa kecewa atas pernyataan putrinya yang menyebut dirinya sebagai kambing. Ia yakin bahwa hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar, karena agama ini memuliakan harkat dan martabat manusia.
“Ajaran apa tuh manusia disebut kambing. Ini anak manusia lho,” kata ibunda Helwa dalam video tersebut. Perkataannya tersebut semakin memperdalam rasa sakit yang dialami Helwa, sehingga membuatnya menangis lebih keras lagi.
Sang ibunda berusaha memberikan dukungan kepada Helwa dengan meminta ia untuk bersabar meski merasa direndahkan. Ia percaya bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan bagi siapa pun yang dizalimi.
“Sabar, Allah akan kasih yang terbaik buat kamu, jangan kau takut,” ujarnya sambil mencoba menguatkan Helwa. Perkataan tersebut diucapkan dengan penuh kasih dan harapan agar Helwa bisa melewati masa sulit ini.
Helwa juga mengulangi pernyataannya dengan penuh keyakinan. “Sakit dihina-hina, aku kan bukan kambing, aku manusia,” katanya dengan suara yang terdengar lemah tetapi penuh makna. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak dihargai dan merasa seperti tidak memiliki nilai.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya penghargaan terhadap martabat seseorang, terlepas dari status atau posisi mereka dalam kehidupan. Dalam konteks agama, setiap individu seharusnya dihormati dan dilayani dengan baik, bukan dihina atau dianggap rendah.
Dari cerita ini, kita bisa belajar bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan dengan baik. Tidak ada alasan untuk merendahkan seseorang, apalagi jika itu terjadi dalam lingkungan keluarga atau hubungan yang seharusnya penuh kasih sayang.
Kisah Helwa Bachmid menjadi pengingat bahwa keadilan dan penghargaan terhadap sesama harus selalu dijunjung tinggi. Dengan demikian, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan saling menghormati.
Tinggalkan Balasan