Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Ngantru, Kepala BPBD Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Potensi Cuaca Ekstrem

Hujan Deras Yang di Ngantru Yang Mengakibatkan Sedikitnya 18 Rumah Warga Mengalami Kerusakan dan Puluhan Tenda Ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball roboh

TULUNGAGUNG.ForumNusantaraNews – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, sedikitnya 18 rumah warga mengalami kerusakan dan puluhan tenda ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball roboh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan peristiwa tersebut merupakan bencana hidrometeorologi yang melanda dua desa, yakni Desa Pojok dan Desa Kepuhrejo.

“Saat kejadian hujan cukup deras disertai angin kencang, seperti yang terlihat dalam rekaman video warga,” ujar Sudarmaji, Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD, sebanyak 15 rumah di Desa Pojok mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Sementara di Desa Kepuhrejo, tiga rumah warga juga dilaporkan terdampak.

“Di Desa Pojok ada 15 rumah yang rusak, mayoritas di bagian atap. Sedangkan di Kepuhrejo ada tiga rumah yang juga terdampak,” katanya.

Sudarmaji menjelaskan, tingkat kerusakan dipengaruhi oleh jenis material atap rumah warga. Atap berbahan genting tanah liat relatif lebih tahan, meski sebagian mengalami kerontokan ringan. Sebaliknya, atap berbahan asbes dan galvalum dilaporkan mengalami kerusakan lebih parah.

“Kalau yang atapnya genting tanah liat relatif kuat, ya ada yang rontok tapi sedikit. Namun kalau dari asbes dan galvalum banyak yang hancur,” ujarnya.

Meski menimbulkan kerusakan material, BPBD memastikan tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak.

“Untuk korban luka nihil. Saat ini kami masih keliling melakukan pendataan di lokasi terdampak,” ucapnya.

Ia menambahkan, jumlah kerusakan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

“Datanya masih dinamis, bisa jadi akan bertambah,” tuturnya.

Selain permukiman warga, angin kencang juga merusak puluhan tenda yang digunakan dalam ajang Kejurprov Woodball di Desa Pojok. Insiden tersebut mengganggu jalannya kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Angin kencang juga merobohkan tenda-tenda Kejurprov Woodball di Desa Pojok,” kata Sudarmaji.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *