Iklim Seperti Tak Bersahabat, Petani Tembakau Harap Bersabar

Sumenep FN: ” Bila mujur nampak bahagia, namun bila keadaan seperti saat ini, mengeluh! ”  Ungkap Bapak Haji Chainur Rasyid, Kadis. Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep saat disoal oleh wartawan FN. di ruang tempat dirinya bertugas, Senin siang (16/6) prihal keberadaan para petani tembakau di Sumenep ditopang oleh iklim sangat tidak bersahabat.

Cuaca musim tembakau tahun 2025 , di Sumenep lembab sebab sering terjadi hujan deras. Para petani tembakau sawahan dan tegalan sawah harus mengulang nanam kembali tembakau karena tembakau mati kehujanan.

Setelah mengulang tanam  di area persawahan dan tegalan sawah, sepekan  kemudian tembakau tersebut tertimpa hujan deras lagi, akibat dari semua itu, petani terpaksa out untuk kembali tanam tembakau.

Kadis. Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep angkat tangan soal keberadaan iklim di musim kemarau 2025.

” Iklim itu ketentuan Tuhan, kami tidak bisa untuk membahasnya, petani harus sabar! ” Ujarnya bermimik prihatin terhadap nasib petani tembakau tahun 2025.

Sambil berdiri seperti mencari inspirasi akurat dan menghadap keatas, Ka. DKPP. Sumenep berujar hati hati dan terkesan ada harapan untuk para petani tembakau tahun 2025 di area tegal gunung dan area pegunungan.

Tembakau tegal gunung dan pegunungan atau keberadaan tembakau di daratan tinggi musti sekalipun tercurah hujan berkali kali tidak akan mati sebagai mana tembakau yang di tanam di persawahan dan tegalan sawah.

” Tembakau di tegal gunung dan pegunungan tak akan mati oleh sebab hujan, malah ia akan hidup subur.” Sambungnya ada percik senyum, bertanda petani tembakau ada harapan untuk meraup keuntungan di musim ini.

Lantas setelah disoal dalam sisi kualitas, dirinya berkilah, ” kualitas tentu beda, beda dengan musim musim sebelumnya. ” (SIM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *