IMF Soroti Dugaan AW Hostel Terima Check-in Pelajar Berseragam, Desak Wali Kota Bandar Lampung Bertindak Tegas

ForumNusantaranews.com BANDAR LAMPUNG — Ketua Umum Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo, dengan tegas menyoroti dugaan pelanggaran serius yang melibatkan AW Hostel di Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.

IMF menilai keberadaan hostel yang diduga menerima check-in anak berseragam sekolah bersama lawan jenis saat jam belajar merupakan persoalan yang sangat memprihatinkan dan tidak bisa dianggap sepele.

“Ini bukan persoalan kecil. Ini menyangkut perlindungan anak, masa depan pendidikan, serta moralitas generasi muda di Kota Bandar Lampung,” tegas Indra.

Menurut Indra, yang menjadi pertanyaan besar publik adalah mengapa hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, meskipun sudah terdapat bukti foto, laporan warga, serta kunjungan lapangan dari pihak terkait seperti Lurah, Satpol PP, dan DPMPTSP.

IMF menilai kondisi tersebut memperkuat dugaan lemahnya pengawasan bahkan mengarah pada indikasi pembiaran oleh instansi terkait.

“Situasi ini memunculkan paradigma publik bahwa ada ‘bungkam berjamaah’ dalam kasus ini. Publik bertanya, mengapa sudah turun lapangan tetapi belum ada hasil yang jelas dan transparan?” ujarnya.

IMF pun mendesak Wali Kota Bandar Lampung agar segera memerintahkan aparat penegak Perda dan dinas terkait untuk menegakkan aturan secara tegas.

Indra menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran dalam operasional maupun prosedur penerimaan tamu, maka AW Hostel harus diberikan sanksi berat hingga penutupan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, IMF juga mengingatkan bahwa Kota Bandar Lampung sedang menghadapi persoalan sosial yang serius, termasuk tingginya angka kasus HIV, sehingga pemerintah harus lebih peka terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi ruang pergaulan bebas bagi pelajar.

“Jangan sampai Bandar Lampung yang hari ini menghadapi persoalan sosial justru membiarkan tempat-tempat yang berpotensi memfasilitasi penyimpangan remaja tanpa tindakan tegas,” tambahnya.

IMF menegaskan pihaknya berdiri bersama masyarakat dan dunia pendidikan untuk memastikan anak-anak di Kota Bandar Lampung mendapatkan perlindungan maksimal.

“Bandar Lampung butuh tindakan nyata, bukan sekadar kunjungan lapangan tanpa hasil,” tutup Indra.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *