ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA– Hingga awal Februari 2026, dilaporkan bahwa seragam siswa yang telah dibayar dengan nominal sekitar Rp1,2 juta diduga belum kunjung diberikan oleh pihak sekolah meski para siswa sudah hampir naik kelas.
Vivi Evita Rozalifa selaku Kepala Sekolah menanggapi hal tersebut, menurutnya sampai hari ini sudah 80% seragam yang telah di distribusikan.
Ia penjelasan, Hal itu terjadi karena adanya kendala dilapangan, yang mengharuskan menunggu persetujuan baik dari pihak wali murid dan Komite Sekolah.
“Iya ada kendala karena kita harus rapat Komite, jadi pemesanan dilakukan 4 bulan proses setelah PPDB,”jelasnya saat ditemui awak media. Selasa (10/2/2026).
Hal itu juga terkendala karena pemesanan pada Konveksi di Metro.
Masih lanjut Vivie, semua atribut sekolah, baik dari bet domisili, dasi, topi dan pakaian olahraga sudah di bagikan, saat ini yang sedang dalam pemesanan hanya jas almamater.
“Pakaian olahraga dan atribut lainnya sudah didistribusikan, saat ini hanya jas almamater nya saja,”ujarnya.
Meski sekolah dilarang melakukan pungutan wajib untuk pembelian seragam tertentu yang dikaitkan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tapi hal tersebut diperbolehkan jika adanya persetujuan dari pihak wali murid dan Komite Sekolah.
“Tidak akan berjalan dengan baik segala proses ini, tanpa adanya keterlibatan kedua belah pihak,”tutupnya.(Apri)
Tinggalkan Balasan